Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Harga Sejumlah Kebutuhan Pokok di Purwokerto Mulai Naik

📅 Selasa, 14 Jul 2026, 13:11 WIB | Oleh: Tim Penulis
Harga Sejumlah Kebutuhan Pokok di Purwokerto Mulai Naik Doc: ANTARA
Ket. Ilustrasi - Petani di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Senin (13/7/2026), memanen cabai rawit hijau.

Purwokerto – Harga sejumlah kebutuhan pokok di Pasar Manis, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, beranjak naik setelah sempat mengalami penurunan selama libur sekolah.

“Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga sejak awal pekan ini di antaranya cabai merah keriting, cabai rawit hijau, dan cabai rawit merah,” kata salah seorang pedagang sayuran, Anjar, di Pasar Manis, Purwokerto, Selasa (14/7).

Sebelumnya, kata dia, harga cabai merah keriting selama libur sekolah bertahan di kisaran Rp40.000 per kilogram, namun sejak Senin (13/7) naik menjadi Rp42.500/kg.

Sementara harga cabai rawit hijau naik dari Rp55.000/kg menjadi Rp60.000/kg, harga cabai rawit merah naik dari Rp45.000/kg menjadi Rp50.000/kg, sedangkan harga cabai merah besar masih bertahan di kisaran Rp50.000/kg.

“Kemarin sebelum liburan sekolah, harga cabai rawit merah di kisaran Rp60.000/kg,” katanya.

Dia menduga kenaikan harga aneka cabai tersebut dipengaruhi oleh kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kembali berjalan seiring dengan datangnya tahun ajaran baru di sekolah.

Dalam kesempatan terpisah, Kepala Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (DPKUKM) Kabupaten Banyumas, Gatot Eko Purwadi, menilai kenaikan harga aneka cabai tersebut masih wajar karena masih berada di rentang harga acuan penjualan (HAP) tingkat konsumen.

“Namun, kami akan terus memantau perkembangan harga aneka cabai dan kebutuhan pokok masyarakat lainnya sebagai upaya pengendalian inflasi,” katanya.

Saat dihubungi dari Purwokerto, petani mitra binaan Kementerian Pertanian di Banjarnegara, Teguh Suprapto mengatakan kenaikan harga aneka cabai tersebut masih wajar karena besaran kenaikannya tidak signifikan.

Menurut dia, dipengaruhi meningkatnya permintaan setelah kegiatan belajar mengajar di sekolah kembali berlangsung, namun bukan karena untuk kebutuhan Program MBG.

“Faktor utamanya karena anak sekolah sudah masuk sehingga permintaan sayuran meningkat. Kondisi serupa telah terjadi setiap tahun dan bukan merupakan fenomena baru karena sudah berlangsung sejak lama, jauh sebelum adanya Program MBG," kata dia yang juga pegiat Asosiasi Champion Cabai Indonesia (ACCI) Kabupaten Banjarnegara.

Pada masa libur sekolah, kata dia, aktivitas kantin sekolah maupun warung makan di sekitar lingkungan pendidikan menurun sehingga kebutuhan berbagai komoditas hortikultura ikut berkurang.

Sebaliknya, ketika sekolah kembali aktif, permintaan dari pedagang makanan meningkat sehingga mendorong kenaikan harga.

Ia mencontohkan harga kubis di tingkat petani sempat mencapai sekitar Rp7.000/kg sebelum libur sekolah, namun saat liburan turun menjadi sekitar Rp3.500-Rp4.000/kg, kemudian kembali menguat setelah aktivitas sekolah dimulai.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Advertisement
FIFA Asean Cup 2026: Drama VAR! Thom Haye Kartu Merah, Indonesia Vs Malaysia Masih 0-0 di Babak Pertama

FIFA Asean Cup 2026: Drama VAR! Thom Haye Kartu Merah, Indonesia Vs Malaysia Masih 0-0 di Babak Pertama

28 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.