Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

35 SDN di Temanggung Paling Banyak hanya Miliki Lima Murid Baru, Bahkan Ada yang Tak Dapat Murid

📅 Selasa, 14 Jul 2026, 13:05 WIB | Oleh:
35 SDN di Temanggung Paling Banyak hanya Miliki Lima Murid Baru, Bahkan Ada yang Tak Dapat Murid Doc: antara foto
Ket. Kepala Bidang Pembinaan SD Disdikpora Kabupaten Temanggung Pamudji Santoso

TEMANGGUNG - Sebanyak 35 sekolah dasar negeri (SDN) di Temanggung, Jawa Tengah (Jateng), menerima paling banyak lima peserta didik baru pada pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ini, bahkan satu sekolah di Jumo tidak memperoleh murid baru sama sekali.

Kepala Bidang Pembinaan SD Disdikpora Kabupaten Temanggung Pamudji Santoso, di Temanggung, Selasa (14/7), mengatakan dari total 435 SDN yang ada di Kabupaten Temanggung, terdapat 35 satuan pendidikan yang jumlah peserta didik barunya maksimal hanya lima orang. Jumlah tersebut bervariasi, mulai dari lima, empat, tiga, dua murid hingga tidak memperoleh pendaftar sama sekali.

Ia menyebutkan, SDN yang tidak mendapatkan murid baru adalah SDN Ketitang II, Kecamatan Jumo, Kabupaten Temanggung.

Pamudji menjelaskan, minimnya jumlah siswa bukan disebabkan kualitas sekolah, melainkan karena jumlah anak usia sekolah di wilayah tersebut memang sangat sedikit. SD Ketitang II hanya melayani satu dusun yang saat ini hampir tidak memiliki calon siswa usia sekolah dasar.

"Setelah ditelusuri memang tidak ada anak-anak usia SD di dusun tersebut. Jadi bukan karena kualitas sekolahnya, tetapi memang jumlah penduduknya sedikit," katanya.

Saat ini, total siswa di SD Ketitang II hanya sekitar 23 orang dari seluruh jenjang kelas. Bahkan setelah Disdikpora memberikan tambahan waktu pendaftaran, sekolah tersebut tetap tidak memperoleh peserta didik baru.

Ia mengatakan, pemerintah sebenarnya mempertimbangkan kebijakan regruping atau penggabungan sekolah. Namun, langkah tersebut tidak dapat diterapkan di semua wilayah karena terkendala faktor geografis.

Di wilayah seperti Ketitang maupun Kemiriombo Kecamatan Gemawang, katanya, jarak antarsekolah dinilai terlalu jauh sehingga penggabungan sekolah akan menyulitkan akses siswa.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Pemerintah Provinsi DKI Jak...

Indonesia-Arab Saudi Perluas Kerja Sama Sektor Transportasi

31 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Luar Negeri
Indonesia-Arab Saudi Perlua...
Megapolitan
Disperindag: Harga Komodita...

Harga Sejumlah Kebutuhan Pokok di Purwokerto Mulai Naik

53 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Ekonomi
Harga Sejumlah Kebutuhan Po...

Menkeu Purbaya Pastikan Tak Naikkan Tarif Pajak

1.5 jam yang lalu | Lili Lestari

Ekonomi
Menkeu Purbaya Pastikan Tak...
Prancis vs Spanyol: Final Dini, Blunder Bakal Berujung Kekalahan

Prancis vs Spanyol: Final Dini, Blunder Bakal Berujung Kekalahan

14 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.