Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Lebih dari 2.700 Orang Diperkirakan Meninggal Akibat Gelombang Panas di Inggris

📅 Selasa, 14 Jul 2026, 11:36 WIB | Oleh: Tim Penulis
Lebih dari 2.700 Orang Diperkirakan Meninggal Akibat Gelombang Panas di Inggris Doc: AFP
Ket. Para peneliti menekankan peran perubahan iklim, yang membuat gelombang panas menjadi lebih intens dan sering terjadi.

LONDON - Setidaknya 2.700 orang diperkirakan meninggal dunia akibat gelombang panas yang melanda Inggris pada bulan Mei dan Juni, menurut sebuah studi yang dirilis, Senin (13/7).

Untuk sampai pada perkiraan tersebut, para ahli dari Imperial College London, Met Office, dan London School of Hygiene and Tropical Medicine menggunakan data cuaca, model iklim, dan studi tentang angka kematian berlebih selama gelombang panas.

"Diperkirakan lebih dari 2.700 orang meninggal dunia akibat penyebab yang berhubungan dengan panas selama gelombang panas bulan Mei dan Juni di Inggris dan Wales," demikian bunyi pernyataan tersebut.

"Dari jumlah tersebut, diperkirakan 42% meninggal akibat panas berlebih yang disebabkan oleh pemanasan global akibat aktivitas manusia," tambah pernyataan itu.

Inggris dan sebagian besar Eropa mengalami dua gelombang panas yang belum pernah terjadi sebelumnya pada bulan Mei dan Juni, dengan rekor bulanan masing-masing mencapai 35,1°C dan 37,7°C di Inggris.

"Gelombang panas ekstrem ini melanda Inggris, dan seluruh wilayah Eropa Barat, dan sangat luar biasa karena waktu kejadiannya yang begitu awal di tahun tersebut," kata Mark McCarthy, manajer sains tim atribusi iklim Met, seperti dikutip dalam studi tersebut.

Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UKHSA) akan menerbitkan perkiraan resmi kematian terkait panas dalam beberapa minggu mendatang, berdasarkan catatan kematian dari gelombang panas baru-baru ini.

Model-model dalam penelitian ini, "meskipun bukan ukuran dari angka kematian yang diamati, membantu menggambarkan skala risiko yang terkait dengan panas ekstrem dan ancaman yang semakin besar yang ditimbulkan oleh perubahan iklim terhadap kesejahteraan kita," kata Lea Berrang Ford, kepala Pusat Keamanan Iklim dan Kesehatan UKHSA.

Studi tersebut memperkirakan, sekitar 550 orang meninggal akibat gelombang panas antara tanggal 21 dan 29 Mei, dan hampir 2.200 orang meninggal antara tanggal 18 dan 28 Juni di Inggris dan Wales.

Para penulis menekankan peran perubahan iklim, yang membuat gelombang panas menjadi lebih intens dan sering terjadi.

Mereka memperkirakan bahwa suhu maksimum siang hari 3°C hingga 4°C lebih tinggi daripada yang seharusnya terjadi tanpa pemanasan global.

Komite Perubahan Iklim (CCC), badan yang bertanggung jawab untuk memberi nasihat kepada pemerintah tentang perubahan iklim, tahun lalu memperingatkan bahwa Inggris "belum siap" untuk menghadapi konsekuensi perubahan iklim.

Dalam sebuah laporan yang diterbitkan pada bulan Mei, diperkirakan 92 persen rumah di Inggris akan terlalu panas pada tahun 2050, dan merekomendasikan pemerintah untuk menetapkan batas suhu maksimum di tempat kerja, serta berinvestasi dalam pendingin udara untuk bangunan publik seperti rumah sakit dan sekolah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Asosiasi Ojek Online: Aturan Bagi Hasil 92:8 Persen Beri Dampak Nyata Pengemudi Ojol
    Preview komentar:
    Bener bang,,, potongan 8% itu hanya omon omon ...
    Betul tuh bang banyak bacot,,Lebel aja 8% hasil ...
  • Ketahanan Pangan Diperkuat Rp195,3 Triliun, Mampukah Harga Pangan Ikut Stabil?
    Preview komentar:
    Meskipun fokus RAPBN 2027 ini sangat kuat pada ...
  • Tenun Dinilai Menekraf Harus Ditampilkan Agar Nilai Ekonominya Berkembang
    Preview komentar:
    Langkah strategis Kementerian Ekraf dalam mensertifikasi desain tenun ...
Advertisement
injourney
Advertisement
bni-atasdetailmobile
Advertisement
astra2
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Nasional
Menhub Dudy Buka Fakta KMP ...
Olahraga
Arsenal Dihadapkan Pilihan ...
Ekonomi
Percepat Hunian Ribuan Peng...
Ekonomi
Benahi Akar Persoalan di Se...
Luar Negeri
Tanda-tanda Menunjukkan Per...
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Insentif Motor Listrik Rp5 Juta Masih Tertahan, Tunggu Aturan Menkeu

Insentif Motor Listrik Rp5 Juta Masih Tertahan, Tunggu Aturan Menkeu

17 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.