Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bupati Gunung Mas Perkuat Transparansi Pendidikan Lewat Sistem SIMANIS GADIS.

📅 Selasa, 14 Jul 2026, 12:15 WIB | Oleh:
Bupati Gunung Mas Perkuat Transparansi Pendidikan Lewat Sistem SIMANIS GADIS. Doc: Antara Foto
Ket. Bupati Gumas Jaya S Monong melihat langsung ruangan pelayanan SIGADIS MANIS di kantor Disdikpora di Kuala Kurun.

Bupati Gunung Mas (Gumas), Kalimantan Tengah (Kalteng), Jaya S Monong menegaskan pihaknya terus memperkuat transparansi publik bidang pendidikan melalui Sistem Informasi Manajemen Layanan Pendidikan, Kepemudaan, Olahraga dan Disiplin Terintegrasi (SIMANIS GADIS).

"SIMANIS GADIS bukan sekadar nama atau aplikasi, melainkan komitmen nyata Pemkab Gumas melalui Disdikpora dalam membangun tata kelola pelayanan pendidikan yang terintegrasi dan transparan," kata Jaya Monong didampingi Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Aprianto di Kuala Kurun, Selasa.

Bupati Gunung Mas periode kedua ini menjelaskan, SIMANIS GADIS merupakan sistem layanan terintegrasi yang mencakup berbagai bidang, di antaranya pelayanan Data Pokok Pendidikan, mutasi dan kenaikan pangkat tenaga pendidik, kurikulum, peserta didik, hingga pengelolaan Biaya Operasional Satuan Pendidikan dan sarana prasarana.

Melalui sistem tersebut, masyarakat dan tenaga pendidik memperoleh kepastian prosedur, kepastian waktu pelayanan, serta kemudahan memperoleh informasi. Proses pelayanan yang sebelumnya manual kini dapat dipantau secara transparan melalui satu sistem terpadu.

Sebagai contoh, layanan mutasi guru kini dapat diajukan langsung melalui loket SIMANIS GADIS, mulai dari pengecekan kelengkapan berkas, verifikasi data Data Pokok Pendidikan, hingga terbitnya surat rekomendasi pindah tugas.

Ia menyebut SIMANIS GADIS menjadi instrumen penting dalam mendukung keberhasilan Program Tambun Bungai Cerdas, program prioritas Pemkab Gumas untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan yang berkualitas dan merata.

Bupati berharap inovasi tersebut mampu menjadi budaya kerja baru di lingkungan Disdikpora, yakni budaya melayani dengan sepenuh hati, bekerja secara profesional, serta memanfaatkan teknologi informasi demi kepentingan masyarakat.

Ia mengajak seluruh masyarakat Gumas untuk memanfaatkan layanan SIMANIS GADIS secara optimal. Ia juga meminta masukan, kritik, dan saran konstruktif agar sistem tersebut terus berkembang sesuai kebutuhan masyarakat.

Menurut dia, inovasi yang baik tidak cukup hanya diluncurkan, tetapi harus dijaga keberlanjutannya melalui evaluasi, peningkatan kualitas layanan, serta komitmen seluruh aparatur untuk memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat.

"Saya juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kerja keras seluruh jajaran Disdikpora yang telah menghadirkan inovasi SIMANIS GADIS," kata orang nomor satu di Bumi Habangkalan Penyang Karuhei Tatau itu.

Sementara itu, Kepala Disdikpora Gumas Aprianto mengatakan, SIMANIS GADIS menghadirkan pelayanan satu pintu menggunakan ruangan bekas bidang olahraga, guna menghindari konflik kepentingan, pungutan liar, dan gratifikasi, sekaligus mengedepankan transparansi.

"Inovasi ini kami hadirkan demi memudahkan masyarakat dan para guru yang memerlukan pelayanan di bidang pendidikan, sekaligus sebagai pemicu sekolah-sekolah agar mereka juga melahirkan suatu inovasi," kata Aprianto.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Advertisement
Kerusuhan Pecah di Milan, Toko-toko Dijarah Massa

Kerusuhan Pecah di Milan, Toko-toko Dijarah Massa

19 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.