Terima Dubes Thailand, Pj. Gubernur Jatim Dorong Rencana Penerbangan Langsung Surabaya-Bangkok
📅 Sabtu, 02 Mar 2024, 00:00 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SMasyarakat Jawa Timur sendiri sudah akrab dengan Thailand sebagai salah satu destinasi pariwisata budaya, dan kuliner, terutama dengan dibukanya industri pariwisata halal di Thailand. "Makanan dan jajanan Thailand yang tersertifikasi halal juga menjadi daya tarik bagi masyarakat Jatim."
Dia juga menyebutkan besarnya kemungkinan kerjasama dalam pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sehubungan dengan energi baru terbarukan. Selain itu, ia ingin hubungan ini akan mendorong aksesibilitas lebih mudah di Jatim melalui pembangunan tol laut dan pemanfaatan pelabuhan internasional Probolinggo.
"Kerja sama ini juga berpotensi untuk dikembangkan dalam pembangunan PLTS, teknologinya sudah harus ada dan Jatim bisa mendapat penguatan di bidang infrastruktur, contohnya dengan pembangunan tol laut dan memanfaatkan potensi Pelabuhan Internasional Probolinggo," paparnya.
Prapan Disyatat menyampaikan bahwa ia mengunjungi beberapa pusat industri yang ada di Jawa Timur. "Dari apa yang saya lihat, surabaya ini kota yang sangat dinamis dan memiliki banyak potensi," jelasnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Prapan menambahkan saat ini ada 12 perusahaan Thailand yang beroperasi di Surabaya. Dan ke depannya akan terus bertambah.
"Terkait investasi kami telah memprospek beberapa perusahaan yang sesuai untuk melakukan investasi di Jatim," imbuhnya.
"Untuk itu kami menantikan peluang untuk kerjasama lebih lanjut di bidang agrikultur, kuliner, pariwisata, energi terbarukan, dan infrastruktur," pungkasnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut data Pemprov Jatim, potensi investasi Thailand di Jawa Timur, yang didukung oleh tingginya realisasi investasi Jawa Timur di tahun 2023 yang mencapai 145,1 triliun rupiah serta kemudahan kebijakan untuk Penanaman Modal Asing (PMA).
Investasi Thailand di Jawa Timur sendiri sejak tahun 2010 hingga tahun 2023, dicatatkan sebanyak 7 bidang usaha di 5 kabupaten dan kota dengan nilai investasi sebesar 417.11 juta dolar AS. Selain itu, terdapat 12 perusahaan dari Thailand di Jawa Timur.
"Kami mengucapkan terimakasih bahwa Thailand terus menginvestasikan dan mengusahakan perusahaan-perusahaan Thailand di Jatim. Kami mengapresiasi hal ini dengan mempertahankan kepercayaan investor. Dengan itu, Thailand juga berkontribusi pada investasi Jatim tahun 2023 yang melampaui target RPJMD, juga melampaui target capaian investasi nasional," ungkapnya.
Pj. Gubernur Adhy juga memaparkan bahwa Nilai Incremental Capital Output Ratio (ICOR) yanglebih rendah dibandingkan rata-rata di indonesia ini juga ditopang oleh kemudahan berusaha yang ditawarkan oleh Pemprov Jawa Timur. Dan didukung pula oleh iklim usaha yang kondusif.
Jawa Timur kini, lanjut Adhy, memiliki empat sektor Investment Project Ready To Offered (IPRO) untuk ditawarkan pada para investor thailand. Yakni sektor infrastruktur, sektor manufaktur, sektor properti, dan sektor pariwisata.
Selain itu, 5 kawasan industri dan 2 kawasan ekonomi khusus (KEK) akan sangat memperkuat hubungan investasi dan perdagangan antara Thailand dan Jatim. Antara lain, Pasuruan Industrial Estate Rembang (Pier) di Kab. Pasuruan, Safe N Lock di Kab. Sidoarjo, Halal Industrial Park Sidoarjo di Kab. Sidoarjo, Kawasan Industri Tuban di Kab. Tuban, Sidoarjo Rangkah Industrial Estate (Sirie) di Kab. Sidoarjo, Kek Gresik -JIIPE di kab. Gresik, Dan Kek Singhasari di Kab. Malang.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!