Penyebab Kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 Belum Dipastikan, Polda Jatim Tunggu Hasil Uji Laboratorium
📅 Senin, 03 Agu 2026, 14:26 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SSURABAYA – Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) mulai mendalami penyebab kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 yang terjadi di perairan utara Kabupaten Sumenep, Minggu (2/8). Meski beredar dugaan awal bahwa api dipicu korsleting listrik pada truk pengangkut plastik di dalam kapal, polisi menegaskan penyebab pasti baru dapat dipastikan setelah hasil uji laboratorium dan olah tempat kejadian perkara selesai dilakukan.
Dari informasi yang dihimpun, Direktur Polairud Polda Jatim, Kombes Pol Arman Asmara, mengatakan penyidik belum bisa menarik kesimpulan karena kondisi kapal masih berada di laut dan sebagian badan kapal masih menyimpan panas sehingga pemeriksaan belum dapat dilakukan secara maksimal.
"Harus dicek di laboratorium dulu. Kapalnya juga masih mengambang dan masih ada sisa panas, sehingga belum berani didekati untuk memastikan penyebab kebakarannya," ujar Arman, Senin (3/8).
Selain mengusut penyebab kebakaran, kepolisian saat ini juga memprioritaskan validasi data penumpang. Menurut Arman, pencocokan manifest menjadi langkah penting untuk memastikan jumlah korban sebenarnya sekaligus menjadi dasar dalam menentukan apakah terdapat unsur pidana di balik insiden tersebut.
"Saya sudah minta agar data manifest dipastikan terlebih dahulu. Apakah ada penumpang di luar manifest atau tidak. Semua harus diverifikasi agar jumlah sebenarnya bisa diketahui," katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia menegaskan, hasil verifikasi manifest akan menjadi pijakan penyidik dalam menentukan arah penyelidikan, termasuk menguji apakah kebakaran murni disebabkan faktor teknis atau terdapat unsur kelalaian maupun tindak pidana.
Sementara itu, proses pencarian korban masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan. Ditpolairud Polda Jatim mengerahkan dua kapal patroli tipe B berukuran lebih dari 30 meter, sejumlah Kapal Patroli Cepat (KPC), serta berbagai peralatan pencarian modern untuk menyisir perairan hingga radius 10 mil dari lokasi kebakaran.
Pencarian tidak hanya dilakukan di permukaan laut, tetapi juga di bawah air menggunakan sonar, drone bawah air, kamera bawah air, hingga metal scanner untuk mengantisipasi kemungkinan adanya korban yang tenggelam di sekitar kapal.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Operasi bawah air tetap kami lakukan. Memang kapal belum tenggelam, tetapi kami mengantisipasi jika ada korban yang berada di bawah permukaan air," jelas Arman.
Berdasarkan data terbaru Posko Terpadu Gapura Surya Nusantara Pelabuhan Tanjung Perak, 234 orang dari total 236 penumpang berhasil dievakuasi. Dari jumlah tersebut, lima orang dinyatakan meninggal dunia, sementara dua orang lainnya masih dalam pencarian. Namun, data tersebut masih terus diverifikasi seiring proses pencocokan manifest penumpang.
Di sisi lain, para korban selamat masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit. Rumah Sakit Primasatya Husada Citra (RS PHC) Surabaya hingga Senin siang menangani 11 korban kebakaran.
Humas RS PHC, Siti Nurhidayati, mengatakan satu korban telah diperbolehkan menjalani rawat jalan, delapan korban masih dirawat inap, sedangkan dua korban lainnya masih menjalani observasi di Instalasi Gawat Darurat (IGD) setelah tiba pada Senin dini hari.
Sebelumnya, Basarnas sempat menyebut terdapat 20 korban dirawat di RS PHC dan empat lainnya di rumah sakit di Sumenep. Perbedaan data tersebut terjadi karena proses evakuasi dan distribusi pasien masih berlangsung serta terus diperbarui oleh masing-masing instansi.
Seiring berjalannya operasi pencarian dan penyelidikan, aparat berharap seluruh korban yang masih hilang segera ditemukan, sementara hasil investigasi laboratorium diharapkan dapat mengungkap penyebab pasti kebakaran yang melanda KMP Mutiara Sentosa 2.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!