Terima Dubes Thailand, Pj. Gubernur Jatim Dorong Rencana Penerbangan Langsung Surabaya-Bangkok
📅 Sabtu, 02 Mar 2024, 00:00 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: Koran Jakarta / Selocahyo
SURABAYA - Penjabat (Pj.) Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono, menawarkan kerja sama pada lima sektor kepada Duta Besar Thailand untuk Indonesia, Prapan Disyatat, yang datang berkunjung di Surabaya, Jumat (1/3).
Kelima sektor tersebut adalah pariwisata, teknologi pertanian dan perikanan, sertifikasi kuliner halal Thailand, energi baru terbarukan, dan infrastruktur.
Untuk pariwisata, Adhy mengatakan, Pemprov Jatim menyambut baik rencana pembukaan penerbangan langsung Surabaya-Bangkok.
"Masyarakat Jawa timur sangat mengenal Thailand atas budaya, hiburan, terutama destinasi wisata dan kuliner atau jajannya. Kita dengan tangan terbuka mengupayakan aksesibilitas bandara udara untuk menghubungkan Thailand dan Jawa Timur," katanya.
Adhy menjelaskan bahwa pembukaan penerbangan langsung Surabaya-Bangkok akan dapat memperkuat bidang pariwisata kedua pihak karena Jawa Timur memiliki potensi luar biasa, begitu pula masyarakat Jatim yang tertarik dengan objek wisata di Thailand.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Masyarakat Jawa Timur sendiri sudah akrab dengan Thailand sebagai salah satu destinasi pariwisata budaya, dan kuliner, terutama dengan dibukanya industri pariwisata halal di Thailand. Makanan dan jajanan Thailand yang tersertifikasi halal juga menjadi daya tarik bagi masyarakat Jatim," tuturnya.
Sementara itu, Dubes Thailand untuk Indonesia, Prapan Disyatat menyampaikan bahwa Thailand dan Indonesia telah memiliki hubungan yang cukup lama. Tahun depan genap 75 tahun hubungan kerja sama antara Thailand dan Indonesia.
Prapan juga berharap penerbangan langsung menuju Jatim dapat dibuka. "Sebab ada banyak sekali masyarakat Thailand yang mengunjungi Surabaya baik untuk keperluan studi, bisnis, maupun wisata."
Sebaiknya Anda baca juga:
Dia menyampaikan bahwa saat ini komunitas warga Thailand yang berada di Jatim mencapai juga terus berkembang. Dari 100 orang akan bertambah kurang lebih 200 orang lagi tahun depan.
Sedangkan untuk pertanian, lanjut Adhy, ada potensi pengembangan holtikultura, mengingat Thailand merupakan penghasil durian yang sangat baik dan dikenal atas teknologi pertanian mutakhir. Termasuk dalam penanaman dan pengolahan beras.
"Thailand sangat baik di bidang holtikultura, seperti durian lalu budidaya dan pengolahan pasca panen durian sangat bagus. Untuk pertanian sudah ada perusahaan yang melakukan penjajakan salah satunya sehubungan dengan beras," jelasnya.
Begitu juga di bidang perikanan, ia berharap kerja sama di bidang pengolahan dan pengalengan ikan untuk ekspor impor diharapkan dapat saling menguntungkan kedua belah pihak.
"Sedangkan perkembangan perikanan di Jawa timur dan pengolahan untuk ekspor impor ini juga berpotensi kita kembangkan. Oleh karena itu kerja sama di bidang pertanian dan perikanan diharapkan dapat lebih ditingkatkan lagi," terang Adhy.
Lebih lanjut, Adhy menambahkan bahwa hubungan ini akan dapat diperkuat di bidang pariwisata. Jawa Timur memiliki potensi luar biasa, begitu pula masyarakat Jatim yang tertarik dengan objek wisata di Thailand.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!