Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Levi’s Ajak Generasi Baru Lebih Bebas Bergaya Lewat Kampanye “Keep it Loose” Bersama ROSÉ dan Shai Gilgeous-Alexander

📅 Senin, 03 Agu 2026, 19:50 WIB | Oleh:
Levi’s Ajak Generasi Baru Lebih Bebas Bergaya Lewat Kampanye “Keep it Loose” Bersama ROSÉ dan Shai Gilgeous-Alexander Doc: Levi’s
Ket. ROSÉ, seorang global popstar. Levi’s menghadirkan kampanye “Keep it Loose” bersama ROSÉ dan Shai Gilgeous-Alexander, menginterpretasikan gaya preppy lewat siluet longgar dan gaya personal.

JAKARTA— Merek fashion denim Levi’s memperkenalkan kampanye global terbarunya bertajuk “Keep it Loose”, yang mengajak konsumen melihat kembali gaya preppy dengan pendekatan yang lebih bebas, santai, dan personal.

Kampanye tersebut menghadirkan dua figur yang memiliki pengaruh kuat di dunia hiburan dan olahraga, yakni global popstar ROSÉ dan bintang NBA Shai Gilgeous-Alexander. Keduanya dipilih sebagai wajah kampanye untuk merepresentasikan pendekatan terhadap gaya yang tidak terpaku pada aturan berpakaian konvensional.

Melalui “Keep it Loose”, Levi’s menempatkan koleksi Loose Prep sebagai salah satu fokus utama lini Fall/Winter 2026. Koleksi tersebut menginterpretasikan kembali estetika preppy klasik melalui siluet yang lebih longgar, permainan proporsi, serta padu padan yang tidak selalu mengikuti pakem tradisional.

Konsep tersebut berangkat dari gagasan sederhana: gaya preppy selama ini kerap dikaitkan dengan seperangkat aturan berpakaian yang relatif jelas. Mulai dari kemeja, sweater, blazer, celana berpotongan rapi, hingga berbagai elemen yang identik dengan tampilan kampus atau gaya klasik Amerika.

Namun, Levi’s mencoba mengubah pendekatan tersebut. Alih-alih mempertahankan preppy dalam bentuk yang kaku, brand tersebut menawarkan interpretasi yang lebih longgar secara harfiah maupun secara konsep.

Ketika Preppy Tak Lagi Harus Kaku

Dalam kampanye “Keep it Loose”, Levi’s memperkenalkan konsep Loose Prep sebagai cara untuk melepaskan gaya preppy dari batasan tradisional.

Siluet yang lebih longgar menjadi salah satu elemen penting. Potongan oversized dan relaxed memberikan ruang lebih besar untuk bergerak sekaligus memungkinkan pengguna melakukan layering dan menciptakan proporsi yang berbeda.

Pendekatan ini juga mencerminkan perubahan selera fashion di kalangan konsumen. Gaya berpakaian saat ini semakin dipengaruhi oleh percampuran berbagai subkultur, mulai dari streetwear, vintage, sportswear, workwear, hingga gaya klasik.

Akibatnya, batas antara kategori pakaian menjadi semakin cair. Celana denim dapat dipadukan dengan item yang identik dengan preppy, sementara elemen formal dapat ditempatkan dalam tampilan yang lebih santai.

Levi’s melihat perubahan tersebut sebagai kesempatan untuk mengembalikan aspek personal dalam berpakaian. Pesan yang ingin disampaikan melalui “Keep it Loose” adalah bahwa konsumen tidak harus mengikuti formula tertentu hanya karena sebuah gaya memiliki sejarah atau aturan yang sudah lama dikenal.

Dalam konteks kampanye tersebut, Levi’s menggunakan istilah “loose codes” sebagai antitesis dari “dress codes”. Artinya, alih-alih mengikuti aturan berpakaian secara ketat, konsumen didorong memahami elemen dasar sebuah gaya kemudian mengolahnya sesuai karakter masing-masing.

ROSÉ dan Shai Gilgeous-Alexander Jadi Representasi

Pemilihan ROSÉ dan Shai Gilgeous-Alexander menjadi bagian penting dari kampanye. Keduanya berasal dari dua bidang yang berbeda, tetapi sama-sama memiliki pengaruh terhadap perkembangan gaya kontemporer.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar

Bulu Tangkis Beregu Putra-putri ke Semifinal

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Bulu Tangkis Beregu Putra-p...
Advertisement
Puncak Peringatan HUT Ke-81 TNI di Monas Dibatalkan

Puncak Peringatan HUT Ke-81 TNI di Monas Dibatalkan

22 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.