Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

Pemerintah Evaluasi Operator KMP Mutiara Santosa II Usai Kebakaran

📅 Senin, 03 Agu 2026, 05:37 WIB | Oleh:
Pemerintah Evaluasi Operator KMP Mutiara Santosa II Usai Kebakaran Doc: Istimewa
Ket. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi (ketiga kiri) meninjau korban kebakaran KMP Mutiara Sentosa II di Gapura Surya Nusantara, Surabaya, Senin (3/8) dini hari.

SURABAYA - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memastikan pemerintah akan mengevaluasi operator KMP Mutiara Santosa II setelah kebakaran di Perairan Utara Sumenep, Jawa Timur, menyusul proses evakuasi korban dan investigasi penyebab insiden.

"Kami akan evaluasi, tapi yang paling penting akan lihat dulu sebab-sebabnya dari KNKT. Ini menjadi lesson learned buat kita dan evaluasi kepada perusahaan yang bersangkutan," kata Dudy di Gapura Surya Nusantara, Surabaya, Senin dini hari.

Dikutip dari Antara, dia menjelaskan, pelaksanaan evaluasi dilakukan setelah Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menyelesaikan investigasi, sekaligus menilai kinerja perusahaan karena kapal tersebut dilaporkan telah dua kali mengalami kebakaran.

Selain evaluasi terhadap operator, Kementerian Perhubungan masih memprioritaskan pencocokan data manifes dengan jumlah korban yang dievakuasi karena masih terdapat sejumlah kapal penyelamat yang belum tiba di Pelabuhan Tanjung Perak.

"Kendalanya memang ada beberapa kapal yang belum terjangkau komunikasinya karena masih dalam proses perjalanan," ucapnya.

Menurut dia, terdapat perbedaan antara data manifes dan kondisi faktual di lapangan, antara lain karena ada penumpang yang membatalkan perjalanan tetapi tidak dilakukan revisi manifes.

Bahkan, ia mengungkapkan terdapat lima anak yang tidak tercatat dalam manifes sehingga menjadi bahan evaluasi penyelenggara pelayaran agar seluruh penumpang didata.

Dudy menegaskan pencatatan seluruh penumpang penting untuk menjamin hak korban apabila terjadi kecelakaan, sekaligus memastikan ketersediaan perlengkapan keselamatan, termasuk jaket pelampung yang sesuai untuk anak-anak.

Lebih lanjut, ia menambahkan, proses pencocokan data manifes dengan jumlah penumpang yang berhasil dievakuasi masih terus dilakukan untuk memastikan tidak ada korban yang belum teridentifikasi.

"Kalau memang masih ada yang belum, ya harus tetap melakukan pencarian. Kita harus memastikan semua yang ada dalam kapal itu tercatat," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
Advertisement
jjroyal-luwak
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Rumor Kim Jong-un Meninggal karena Perdarahan Otak di Beijing Memanas, Muncul Foto Hadir di Pameran - Adiknya Diklaim Rebut Kekuasaan dan 9.000 Tentara Tiongkok Dikirim ke Korut

Rumor Kim Jong-un Meninggal karena Perdarahan Otak di Beijing Memanas, Muncul Foto Hadir di Pameran - Adiknya Diklaim Rebut Kekuasaan dan 9.000 Tentara Tiongkok Dikirim ke Korut

20 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.