Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

RI Hadapi Tuduhan Antisubsidi dari AS

📅 Jumat, 23 Feb 2024, 09:21 WIB | Oleh: Tim Redaksi
RI Hadapi Tuduhan Antisubsidi dari AS Doc: istimewa

JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) bersiap menghadapi tuduhan antisubsidi produk ekstrusi aluminium Indonesia ke Amerika Serikat (AS). Pemerintah berharap masalah ini tidak mengganggu hubungan bilateral kedua negara sehingga aktivitas ekspor dan impor juga berjalan sesuai rencana.

Departemen Perdagangan AS atau United States Department of Commerce (USDOC) telah mengirimkan kuesioner tambahan dalam penyelidikan antisubsidi atas impor produk ekstrusi aluminium asal Indonesia.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag, Budi Santoso menyebut koordinasi ini penting dilakukan agar jawaban pemerintah Indonesia dapat disusun berdasarkan informasi yang valid dan dapat diverifikasi kementerian/ lembaga terkait.

"Diharapkan rapat koordinasi ini dapat menghasilkan masukan agar ekspor ekstrusi aluminium Indonesia ke AS dapat terjaga dan ditingkatkan," ujar Budi di Jakarta, Selasa (21/2).

Direktur Pengamanan Perdagangan Kemendag, Natan Kambuno mengatakan pihaknya berupaya agar pemerintah Indonesia dapat terus bersikap kooperatif untuk memperoleh hasil terbaik dari penyelidikan antisubsidi ini.

Bersikap Kooperatif

Selain ekstrusi aluminium, saat ini Direktorat Pengamanan Perdagangan sedang menangani penyelidikan trade remedies dari AS yaitu penyelidikan antidumping dan antisubsidi produk matras dan udang asal Indonesia.

"Dengan bersikap kooperatif, Pemerintah Indonesia diharapkan dapat memperoleh hasil terbaik, khususnya dalam penyelidikan antisubsidi dari AS. Tujuannya, agar hubungan dagang Indonesia dengan negara mitra dapat terus terjaga dan dapat mendorong kinerja ekspor komoditas unggulan Indonesia," tambah Natan.

Seperti diketahui, dalam lima tahun terakhir hingha 2023, ekspor aluminium Indonesia ke AS terus naik. Ekspor komoditas ini ke AS hanya turun pada 2023 yaitu sebesar 102,23 juta dollar AS atau turun 27 persen dibanding periode sebelumnya yang tercatat sebesar 139,15 juta dollar AS.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Rona
Film Dokumenter Lisa Blackp...

Kemenperin Dorong Gen Z Kembangkan Industri Batik

1.5 jam yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
Kemenperin Dorong Gen Z Kem...
Luar Negeri
Harga Energi dan Biaya Hidu...
Megapolitan
Dana Cadangan, Pramono Usul...
Luar Negeri
PBB akan Alokasikan Dana un...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.