Ini Alasan Orang Berperilaku Buruk di Aplikasi Kencan
📅 Senin, 12 Feb 2024, 11:14 WIB | Oleh: Tim PenulisBeberapa alasan umum untuk perilaku buruk
Kenyamanan dan banyaknya pilihan dalam kencan online mungkin mendorong budaya "disposabilitas" - "bertukar pasangan" di pasar kencan dan meninggalkan pasangan yang dimiliki saat ini dengan lebih mudah. Perangkat seluler pribadi, yang dilengkapi dengan kode sandi atau perlindungan pengenalan wajah, memungkinkan dan bahkan mendorong perilaku yang lebih sembunyi-sembunyi dan rahasia.
Perilaku online pada umumnya sering dicirikan oleh disinhibisi - kita cenderung berperilaku lebih bebas saat online daripada saat bertatap muka. Hal ini disebabkan, salah satunya, oleh perasaan anonimitas yang kita miliki saat online.
Terakhir, cara orang menggunakan aplikasi kencan sangat terkait dengan karakteristik kepribadian. Misalnya, orang-orang dengan gaya kepribadian terbuka terhadap pengalaman (berjiwa petualang) dan kurang menyenangkan (kurang peduli dan perhatian terhadap orang lain) cenderung menggunakan aplikasi kencan dengan cara yang lebih santai.
Sebaiknya Anda baca juga:
Jika perilaku buruk atau disfungsional sekarang tampak lumrah di aplikasi kencan, media sosial, dan online secara umum, teknologi yang memunculkan perilaku ini akan terus berlanjut. Sehingga, kita mungkin perlu menyesuaikan ekspektasi kita.
Rahma Sekar Andini dari Universitas Negeri Malang menerjemahkan artikel ini dari bahasa Inggris![]()
Martin Graff, Senior Lecturer in Psychology of Relationships, University of South Wales
Sebaiknya Anda baca juga:
Artikel ini terbit pertama kali di The Conversation. Baca artikel sumber.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!