Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Airnya Menyusut Karena Perubahan Iklim

📅 Jumat, 05 Jan 2024, 06:25 WIB | Oleh:
Airnya Menyusut  Karena Perubahan Iklim Doc: Utrecht University

Ketika lempeng benua saling bertabrakan sekitar 12 juta tahun yang lalu, hal ini tidak hanya menimbulkan gunung-gunung baru di Eropa tengah tetapi juga menciptakan danau terbesar yang pernah ada di dunia. Perairan yang sangat luas yang disebut dengan Danau Paratethys menjadi rumah bagi spesies yang tidak ditemukan di tempat lain.

Di sini ditemukan paus terkecil di dunia. Selain itu dua penelitian baru mengungkapkan bagaimana perairan purba terbentuk dan bagaimana perubahan di sekitarnya membantu memunculkan gajah, jerapah, dan mamalia besar lainnya yang berkeliaran di planet Bumi saat ini.

Untuk menyusun garis waktu tersebut, paleo-oseanografer Dr Dan Palcu dari Universitas Utrecht dan rekan-rekannya di kampus utama mengumpulkan petunjuk dari catatan geologi dan fosil. Pada ukuran terbesarnya, perairan tersebut, yang oleh beberapa ilmuwan dianggap sebagai laut pedalaman, terbentang dari Pegunungan Alpen bagian timur hingga wilayah yang sekarang disebut Kazakhstan, dengan luas sekitar 2,8 juta kilometer persegi, berisi lebih dari 1,8 juta kilometer kubik air payau.

Dalam hasil analisis laporannya yang diterbitkan pada jurnal Scientific Reports, mereka memperkirakan perubahan iklim menyebabkan danau tersebut menyusut secara dramatis setidaknya empat kali lipat dalam 5 juta tahun umurnya tingkat penurunannya 250 meter antara 7,65 juta dan 7,9 juta tahun yang lalu.

Selama masa penyusutan terbesar tersebut, danau tersebut kehilangan sepertiga airnya dan lebih dari dua pertiga luas permukaannya. Hal ini menyebabkan salinitas air di cekungan tengah danau yang sangat mirip dengan Laut Hitam saat ini, melonjak dari kadar sepertiga garam lautan saat ini ke tingkat yang setara dengan air laut.

Pergeseran tersebut memusnahkan banyak spesies akuatik, termasuk sejumlah spesies alga bersel tunggal dan organisme kecil yang mengambang bebas, lapor para peneliti. Makhluk yang dapat bertahan hidup di air payau, termasuk beberapa moluska, bertahan hidup untuk mengisi kembali danau ketika danau tersebut meluas selama musim hujan, kata Palcu.

"Paratethys segera menjadi rumah bagi berbagai macam moluska, krustasea, dan mamalia laut yang tidak ditemukan di tempat lain di Bumi. Banyak paus, lumba-lumba, dan anjing laut yang hidup di sana merupakan versi mini dari yang ditemukan di laut lepas," kata ahli biologi evolusi Pavel Gol'din dari Institut Zoologi I. I. Schmalhausen dari Akademi Ilmu Pengetahuan Nasional Ukraina, yang tidak terlibat dalam penelitian ini.

Ia menerangkan, salah satu spesiesnya, Cetotherium riabinini yang panjangnya 3 meter atau 1 meter lebih pendek dari lumba-lumba hidung botol masa kini, sebagai paus terkecil yang pernah ditemukan dalam catatan fosil. Dwarfisme seperti itu mungkin membantu hewan-hewan ini beradaptasi dengan menyusutnya Paratethys.

"Perubahan iklim yang memicu penyusutan danau juga mempengaruhi evolusi hewan darat. Ketika permukaan air menurun, garis pantai yang baru terekspos menjadi padang rumput dan titik panas evolusi," kata ahli biologi evolusi Madelaine Böhme dari Universität Tübingen.

Baru-baru ini, Böhme dan rekan-rekannya fokus pada catatan geologi di Iran bagian barat, di mana sedimen mencatat perubahan iklim dalam jangka panjang. Catatan fosil menunjukkan bahwa di wilayah utara Paratethys, nenek moyang domba dan kambing modern hidup berdampingan dengan kijang primitif. Dan di tempat yang sekarang disebut Iran bagian barat, di sebelah selatan danau, nenek moyang jerapah dan gajah masa kini tumbuh subur. hay/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Megapolitan
102 Ribu Warga Depok Segera...
Daerah
Insiden Kapal Virgo: 1 Penu...
Advertisement
Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa

Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.