Moderasi Beragama Akan Meminimalisir Konflik Politik
📅 Sabtu, 23 Des 2023, 08:51 WIB | Oleh: Muhamad Ma'rup
Doc: ISTIMEWA
Keberagaman merupakan ciri khas Indonesia. Dengan mudah bisa terlihat dari beragamnya agama, bahasa, dan budaya. Toleransi menjadi kunci agar keberagaman tersebut bisa berjalan beriringan dan tetap menjadi kekuatan untuk bersaing dengan bangsa lain.
Meski begitu, masih sering terjadi sikap-sikap intoleran baik di tingkat masyarakat maupun para pemangku kebijakan. Di sisi lain, keberagaman di Indonesia juga diuji dengan adanya tahun politik 2024. Berkaca dari pemilu sebelumnya, polarisasi dan isu-isu intoleransi marak digunakan untuk mendulang suara.
Hal tersebut sebisa mungkin harus dihindari. Menteri Agama (Menag), Yaqut Cholil Qoumas, pernah mengatakan untuk menciptakan kehidupan yang moderat perlu keterlibatan semua pihak, termasuk perguruan tinggi. Secara khusus dia meminta perguruan tinggi yang ada di bawah Kemenag seperti Universitas Islam Negeri (UIN) untuk menjadi tempat yang toleran.
Untuk mengetahui tentang keterlibatan UIN dalam moderasi beragama dan isu-isu toleransi lainnya, wartawan Koran Jakarta, Muhamad Ma'rup mewawancarai Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati, Bandung, Prof. Dr. H. Rosihon Anwar, M.Ag. Berikut petikan wawancaranya.
Bisa dijelaskan apa visi misi Bapak selama mengemban jabatan sebagai Rektor UIN Bandung?
Sebaiknya Anda baca juga:
Visi kami mewujudkan Universitas Islam Negeri yang Unggul, Kompetitif, dan Inovatif Berbasis Rahmat bagi Semesta di Tingkat Asia Tenggara Tahun 2027. Dalam visi ada ungkapan "Rahmat bagi Semesta" yang merupakan terjemahan dari "rahmatan lil alamin".
Ungkapan ini sesungguhnya menyimpan nilai moderasi beragama, terutama tersimpan pada kata "rahmat". Tentu saja di dalamnya juga ada nilai wawasan kebangsaan. Dengan visi ini, UIN Bandung bertekad unggul, kompetitif, dan inovatif pula dalam menyosialisasikan dan mempraktikkan moderasi beragama.
Dalam misinya, UIN Bandung menyelenggarakan pendidikan, penelitian, dan pengabdian yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan nasional yang berdaya saing global. Kami juga meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia yang cakap mental, spiritual, dan intelektual. Inovasi-inovasi dalam bidang pendidikan tinggi dan mengembangkan kemandirian lulusan terus dikembangkan. Terakhir, mengembangkan kajian dan pengabdian kepada masyarakat yang berkontribusi pada peningkatan Indeks Moderasi Beragama dan kualitas kehidupan beragama.
Sebaiknya Anda baca juga:
Apa target jangka pendek maupun jangka panjang yang akan dicapai UIN Bandung dalam masa kepemimpinan Bapak?
Target jangka pendek kami adalah memperbaiki tata kelola kampus menuju "Good University Governance", dengan program digitalisasi dan paperless. Kami ingin memberikan layanan yang prima bagi civitas akademika dan masyarakat luar. Kami pun terus berupaya untuk memenuhi standar-standar menuju perguruan tinggi yang baik.
Adapun target jangka panjangnya adalah menjadi kampus yang memiliki standar "Good University Governance" (GUG). Artinya di 2027, UIN Bandung sudah memiliki persyaratan-persyaratan sebagai kampus yang baik. Sebagaimana kita ketahui syarat-syarat GUG adalah meningkatkan kualitas Perguruan Tinggi dalam aspek Transparansi, Akuntabilitas, Responsibilitas, Independensi, dan Keadilan. Good University Governance ini mampu menjamin keberlangsungan hidup perguruan tinggi dalam melakukan pengelolaan manajemen yang berkualitas.
Kami juga memiliki program unggulan yaitu peningkatan kualitas mencakup akreditas Unggul (AIPT dan AIPS), internasionalisasi perguruan tinggi, penerapan standar internasional layanan pendidikan tinggi, peningkatan kualitas penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Kami juga melakukan penguatan relevansi dan daya saing serta moderasi beragama dan gender. Digitalisasi kami lakukan mencakup tata kelola berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dan integrasi aktivitas kampus berbasis IT. Untuk tata kelola, selain mendorong GUG, kami juga melakukan Zona Integritas Wilayah Bebas Korupsi (ZI-WBK), penguatan unit bisnis, dan transformasi menuju Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH).
Apakah ada pesan-pesan khusus dari Menteri Agama (Menag), Yaqut Cholil Qoumas, untuk pengembangan UIN BANDUNG ke depannya?
UIN Bandung harus mempertahankan atau bahkan lebih meningkatkan prestasi-prestasi. UIN Bandung saat ini memiliki beberapa prestasi di antaranya keunggulan di bidang publikasi, Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI), paten, dan pengembangan pusat halal.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!