Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Hingga Juli PT KAI Berhasil Angkut 3,44 Juta Ton Petikemas

📅 Selasa, 04 Agu 2026, 17:00 WIB | Oleh:
Hingga Juli PT KAI Berhasil Angkut 3,44 Juta Ton Petikemas Doc: PT KAI

JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (Persero) melayani 3.437.795 ton petikemas selama Januari–Juli 2026 atau meningkat 20,28 persen. Peningkatan tersebut memperkuat konektivitas rel dan pelabuhan untuk mendukung distribusi logistik nasional secara lebih efisien.

Selama Juli 2026, volume angkutan petikemas KAI mencapai 521.892 ton atau naik 22,80 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Data tersebut dilaporkan KAI pada Senin, 3 Agustus 2026, sebagai bagian perkembangan layanan logistik perusahaan.

Peningkatan volume angkutan mencerminkan bertambahnya kebutuhan pelaku usaha terhadap moda logistik berkapasitas besar dan terjadwal. Muatan petikemas didominasi produk manufaktur, bahan baku industri, barang konsumsi, serta berbagai komoditas lainnya.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menjelaskan angkutan petikemas berperan menjaga kelancaran distribusi barang menuju pelabuhan dan pusat pemasaran. Jalur distribusi tersebut menghubungkan kawasan industri, terminal petikemas, pusat distribusi, serta pelabuhan di berbagai wilayah.

“Pertumbuhan volume petikemas menunjukkan semakin banyak pelaku usaha memanfaatkan kereta api dalam rantai pasoknya. KAI terus memperkuat konektivitas antara kawasan industri, terminal petikemas, dan pelabuhan agar distribusi produk manufaktur berlangsung semakin efisien, terjadwal, dan memiliki kepastian waktu,” ujar Anne dalam, Senin (3/8).

Layanan berbasis rel mendukung kebutuhan industri melalui kapasitas angkut besar dan jadwal perjalanan yang terencana. Konektivitas dengan pelabuhan memungkinkan distribusi barang berlangsung berkesinambungan menuju berbagai wilayah Indonesia.

Anne mengatakan integrasi rel dan pelabuhan membantu membangun sistem distribusi barang yang lebih teratur. Pengembangan layanan tersebut juga mendukung pengiriman produk manufaktur dalam volume besar menuju jalur pelayaran nasional.

“Konektivitas antara kereta api dan pelabuhan membantu membangun arus barang yang lebih teratur. Produk manufaktur dapat dibawa dalam volume besar dari kawasan industri menuju pelabuhan, kemudian diteruskan melalui jalur laut menuju berbagai pulau,” kata Anne.

KAI juga meningkatkan kapasitas terminal barang, memperkuat digitalisasi layanan, dan memperluas kolaborasi dengan berbagai pelaku logistik. Perusahaan turut mendorong arus muatan dua arah agar perjalanan petikemas menjadi lebih produktif.

Efisiensi distribusi dinilai berpengaruh terhadap pemerataan harga kebutuhan masyarakat di berbagai daerah Indonesia. Wilayah yang jauh dari pusat produksi menghadapi biaya distribusi lebih tinggi akibat rantai pasok lebih panjang.

Anne mengatakan penguatan konektivitas logistik berhubungan langsung dengan pemerataan akses kebutuhan masyarakat di berbagai wilayah. Efisiensi distribusi diharapkan dapat mengurangi kesenjangan biaya antarwilayah secara bertahap.

“Tempat tinggal seseorang seharusnya tidak membuatnya harus menanggung biaya yang jauh lebih besar untuk memperoleh kebutuhan pokok, perlengkapan sekolah, pakaian, maupun kebutuhan rumah tangga. Karena itu, penguatan konektivitas logistik perlu diarahkan untuk mengurangi kesenjangan biaya distribusi antarwilayah,” kata Anne.

KAI menilai integrasi antarmoda perlu terus diperkuat agar manfaat pertumbuhan angkutan petikemas menjangkau lebih banyak daerah. Penguatan tersebut mencakup keterhubungan kereta api, pelabuhan, kapal, pergudangan, kawasan industri, dan angkutan lanjutan.

“Di balik setiap petikemas terdapat aktivitas produksi, perdagangan, dan kebutuhan masyarakat. Ketika konektivitas rel dan pelabuhan semakin kuat, manfaatnya dapat dirasakan melalui distribusi yang semakin lancar, terbukanya pasar bagi produk daerah, serta berkurangnya kesenjangan biaya antarwilayah,” ujar Executive Vice President Corporate Secretary KAI, Wisnu Pramudya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Megapolitan
Urus SIM Tak Repot Lagi, Ad...

Pemulihan sawah pascabencana di Aceh

58 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.