Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kabar Gembira Semoga Terwujud Perdamaian, Iran Batal Serang Ukraina Usai Terima Permintaan Maaf Kiev

📅 Selasa, 04 Agu 2026, 16:57 WIB | Oleh:
Kabar Gembira Semoga Terwujud Perdamaian, Iran Batal Serang Ukraina Usai Terima Permintaan Maaf Kiev Doc: Antara foto/Anadolu
Ket. Ilustrasi - Kapal perang berlayar di Laut Kaspia.

ISTANBUL - Iran sudah bersiap melancarkan serangan ke tiga titik di Ukraina, sebagai balasan atas dugaan serangan Kiev terhadap kapal Iran di Laut Kaspia, tetapi urung dilaksanakan setelah Kiev menyampaikan "permohonan maaf".

Dalam wawancara bersama televisi nasional Iran, Senin, penasihat militer Pemimpin Tertinggi Iran Mohsen Rezari mengatakan bahwa militer Iran sudah menyelesaikan persiapan serangan sebelum operasi tersebut disetop.

Rezaei juga memperingatkan bahwa Iran tidak akan mengizinkan pelayaran di Selat Hormuz melalui jalur yang tidak diakui pemerintah Iran. Ia mengancam kapal-kapal yang mencoba berlayar via "jalur ilegal" akan dijadikan sasaran tembak.

Dalam kesempatan yang sama, dia menegaskan bahwa Iran berhasil membuat kerugian besar terhadap pasukan AS dalam konflik terbaru selama 17 hari.

Serangan rudal dan drone Iran juga berhasil menggagalkan serangan AS di kawasan, kata Rezaei menambahkan.

Pernyataan tersebut disampaikan setelah Iran menuding Ukraina menyerang kapal dagang Iran di Laut Kaspia pada 25 Juli lalu, sehingga menyebabkan satu ABK meninggal dunia.

Usai insiden tersebut, Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi menyampaikan kepada Menlu Ukraina Andrii Sybiha bahwa Kiev harus membayar ganti rugi kepada Teheran atas kerusakan yang timbul dalam serangan itu.

Eskalasi ketegangan di Timur Tengah terjadi setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke Iran pada Februari lalu, sehingga memicu serangan balasan Teheran terhadap sejumlah negara tetangga di kawasan.

Kemudian, AS dan Iran sepakat untuk melakukan gencatan senjata pada April, disusul dengan penandatanganan memorandum perdamaian, yang tercapai melalui mediasi Pakistan pada Juni lalu, untuk menghentikan konflik militer dan mewujudkan kesepakatan damai.

Akan tetapi, kesepakatan tersebut gagal dijalankan dan kedua negara itu pun kembali saling serang selama dua pekan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...

Korut Uji Senjata Hipersonik Canggih

1 jam lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Korut Uji Senjata Hipersoni...
Advertisement
Mengagetkan, Ombudsman RI Temukan Fasilitas Berstandar Apartemen di Lapas Cibinong, Kabupaten Bogor

Mengagetkan, Ombudsman RI Temukan Fasilitas Berstandar Apartemen di Lapas Cibinong, Kabupaten Bogor

23 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.