Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ganjar Ingatkan Masyarakat Hati-hati Bercanda Soal Nomor Urut Pilpres

📅 Jumat, 22 Des 2023, 07:54 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ganjar Ingatkan Masyarakat Hati-hati Bercanda Soal Nomor Urut Pilpres Doc: ANTARA/Rio Feisal
Ket. Capres nomor urut 3 Ganjar Pranowo (tengah) saat menghadiri acara di kawasan Menteng, Jakarta, Kamis (21/12/2023).

JAKARTA - Calon presiden nomor urut 3 Ganjar Pranowo mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati dalam menyampaikan candaan mengenai nomor urut Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2024.

Ganjar mengatakan bahwa saat ini pernyataan nomor urut dari seorang menteri menjadi persoalan di tengah masyarakat.

"Kemarin ada menteri ngomong gitu blunder, sekarang jadi persoalan. Hati-hati, sensitif tau enggak sih, sensitif," kata Ganjar di kawasan Menteng, Jakarta, Kamis (21/12).

Sebab itu, ia mengaku deg-degan saat di-roasting mengenai nomor urut dalam Pilpres 2024 oleh komika atau pelawak tunggal.

"Tadi aku udah deg-degan, yang deg-degan aku loh. Tadi ada yang bilang gitu soal angka-angka (nomor urut). Tadi ada yang bilang angka-angka sekarang begini, begini tangannya," kata Ganjar.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan atau Zulhas menyampaikan candaan soal perubahan masyarakat saat shalat, yakni dengan tidak mengucapkan "amin" setelah membaca Surat Al-Fatihah dan mengacungkan dua jari ketika tahiyatul akhir.

Pernyataan itu disampaikan Zulhas saat memberikan sambutan di acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) di Semarang, Jawa Tengah, Selasa (19/12).

Zulhas kemudian ramai dibicarakan di media sosial. Kata kunci untuk pencarian "Zulhas" di media sosial X mencapai 29,4 ribu unggahan hingga Rabu (20/12) sore.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Yandri Susanto mengatakan bahwa Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan tidak mungkin melakukan penistaan agama.

"Dengan rekam jejak yang ada selama ini, tidak mungkin seorang Zulkifli Hasan melakukan penistaan terhadap agama," kata Yandri dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (20/12).

Hal itu dikatakan Yandri merespons penggalan video ucapan Zulhas yang berkelakar tentang shalat. Menurut Yandri, pernyataan Zulhas adalah semata-mata untuk mengingatkan masyarakat tidak fanatik.

"Bang Zul (Zulhas, red.) menyampaikan hal tersebut semata-mata karena ingin mengingatkan kita semua bahwa jangan sampai karena fanatisme berlebihan kemudian merubah tata cara shalat seseorang," katanya.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI telah menetapkan tiga pasangan capres-cawapres, yakni Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar nomor urut 1, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka nomor urut 2, dan Ganjar Pranowo-Mahfud Md nomor urut 3.

Masa kampanye pemilu ditetapkan mulai tanggal 28 November 2023 hingga 10 Februari 2024, sedangkan pemungutan suara dijadwalkan pada tanggal 14 Februari 2024.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • PLTS Didorong Jadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Hijau
    Preview komentar:
    Pembangunan PLTS dengan kapasitas 100 GWp ini tentu ...
  • Karawang Punya 9 Kawasan Industri, Warga Lokal Disiapkan Jadi Tenaga Kerja
    Preview komentar:
    Membaca ulasan positif mengenai komitmen Pak Bupati ini ...
  • Industri Pulp dan Kertas Indonesia Kian Mendunia, Paper Chain Expo 2026 Dorong Kemitraan Lintas Negara
    Preview komentar:
    Ulasan yang sangat mencerahkan. Poin tentang tuntutan praktik ...
Nasional
DPR RI Pastikan RUU Perampa...

Banjir bandang Parigi Moutong

42 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Banjir bandang Parigi Moutong
Luar Negeri
Kemlu: Belum Ada WNI Dilapo...

Menkeu Pastikan DTSEN akan Terus Disempurnakan

49 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
Menkeu Pastikan DTSEN akan ...
Prabowo Berangkat ke Jombang Hadiri dan Buka Muktamar Ke-35 NU

Prabowo Berangkat ke Jombang Hadiri dan Buka Muktamar Ke-35 NU

27 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.