Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Potensi Bisnis Berkelanjutan Sangat Terbuka

📅 Jumat, 08 Des 2023, 08:46 WIB | Oleh:
Potensi Bisnis Berkelanjutan Sangat Terbuka Doc: istimewa

JAKARTA - Praktik bisnis dengan mengedepankan prinsip keberlanjutan environment, social, and governance (ESG) diperkirakan menjadi tren di masa depan. Sayangnya, tingkat kesadaran untuk menerapkan bisnis berkelanjutan dinilai relatif rendah, terutama di sektor keuangan.

Berdasarkan hasil riset Mandiri Institute, 71 persen perusahaan terbuka meyakini praktik bisnis yang menerapkan prinsip keberlanjutan ESG akan menjadi prioritas pada masa depan. Meski demikian, hanya 57 persen dari perusahaan terbuka yang menyadari pentingnya pencapaian target Nationally Determined Contributions (NDC) atau penurunan emisi gas rumah kaca (GRK) hingga 2030.

"Untungnya, hampir seluruh responden telah mempertimbangkan untuk melakukan praktik bisnis ESG ke depan. Artinya, potensi bisnis berkelanjutan masih sangat terbuka, dan Bank Mandiri berkomitmen kuat untuk mengoptimalkan potensi tersebut," kata Chief Economist Bank Mandiri, Andry Asmoro, dalam Mandiri Sustainable Forum, di Jakarta, Kamis (7/12).

Riset Mandiri Institute itu juga menunjukkan peningkatan signifikan penandatanganan prinsip investasi bertanggung jawab atau Principles for Responsible Investment (PRI). Hal itu mengindikasikan investasi ESG mulai menjadi faktor penentu utama keberlanjutan bisnis.

Hingga November 2023, terdapat 5.374 penandatanganan prinsip investasi bertanggung jawab. Selain itu, penerbitan surat utang global terkait ESG sudah mencapai 1,5 triliun dollar AS pada 2022, meningkat hampir 15 kali lipat dibandingkan 2015.

Berdasarkan riset sama, implementasi ESG di sektor keuangan masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti minimnya diferensiasi produk ESG dan diferensiasi gaya pendanaan. "Ini terjadi karena masih rendahnya kesadaran terkait ESG, termasuk masih ada yang belum percaya ESG menjadi prioritas," kata Andry.

Karena itu, pemerintah dinilai perlu semakin aktif mengomunikasikan standar pelaporan penerapan ESG di Tanah Air yang dapat menjadi acuan perbandingan kinerja keberlanjutan perusahaan di berbagai sektor.

Apresiasi Harga

Sebaiknya Anda baca juga:

Sementara itu, Bursa Efek Indonesia (BEI) melaporkan per November 2023, sekitar 44 persen emiten dengan risiko ESG rendah mengalami apresiasi harga saham lebih tinggi dibandingkan perusahaan dengan risiko ESG sedang dan tinggi.

Dari sisi pertumbuhan pendapatan, terlihat pertumbuhan emiten dengan risiko ESG rendah dan menengah memiliki kinerja keuangan yang lebih baik dengan distribusi yang lebih adil antara pertumbuhan pendapatan dan penurunan pendapatan. Sementara penurunan pendapatan rata-rata lebih terlihat pada perusahaan dengan risiko tinggi ESG.

"Satu hal penting yang kami peroleh dari gambaran tersebut peralihan ke praktik bisnis berkelanjutan belum tentu berdampak negatif langsung terhadap kinerja keuangan," kata Direktur Utama BEI, Iman Rachman.

Iman menjelaskan data tersebut diambil sejak 2022 bekerja sama dengan Sustainalytics untuk memberikan peringkat risiko ESG bagi 80 emiten yang termasuk dalam IDX80 untuk memberikan informasi kepada investor mengenai aspek-aspek ESG. Dalam Laporan Risiko ESG Berkelanjutan 2022 yang diterbitkan pada 12 September 2023, BEI memperoleh skor 16,9, yang menunjukkan kategori risiko rendah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
DLH Cirebon Kerahkan 9 Truk...
Daerah
Kasus yang Melingkungi Proy...
Daerah
Polres Kerinci Bahas Distri...
Olahraga
Sabalengka di Luar Dugaan D...

Tim Piala Dunia, Maroko Dapat Menjadi Kuda Hitam

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Maroko Dap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.