Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Industri Butuh, SDM Belum Siap: Ini Solusi dari Kemnaker

📅 Kamis, 09 Apr 2026, 21:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Industri Butuh, SDM Belum Siap: Ini Solusi dari Kemnaker Doc: ANTARA FOTO/ Akbar Nugroho Gumay
Ket. Pencari kerja mencari informasi lowongan saat berlangsungnya Jakarta Job Fair di Jakarta.

JAKARTA – Kesenjangan antara kebutuhan industri dan ketersediaan tenaga kerja mencerminkan ketidaksinkronan antara dunia pendidikan, pelatihan, dan dinamika pasar kerja.

Industri semakin membutuhkan sumber daya manusia (SDM) dengan keterampilan spesifik dan adaptif, sementara pasokan tenaga kerja sering kali belum sepenuhnya relevan dengan kebutuhan tersebut.

Gap ini berpotensi menahan laju pertumbuhan industri karena perusahaan menghadapi keterbatasan dalam mendapatkan talenta yang tepat, sekaligus meningkatkan risiko pengangguran struktural.

Tanpa intervensi melalui penyelarasan kurikulum, peningkatan kualitas pelatihan vokasi, serta kolaborasi erat antara pemerintah, industri, dan institusi pendidikan, kesenjangan ini akan terus melebar dan menghambat daya saing ekonomi.

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menilai program Pelatihan Vokasi Nasional akan menjembatani kesenjangan antara kebutuhan industri dan ketersediaan tenaga kerja atau sumber daya manusia (SDM).

"Program ini diharapkan mampu mengurangi pengangguran, meningkatkan produktivitas, serta memperkuat daya saing angkatan kerja Indonesia," kata Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kemnaker Darmawansyah, dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis (9/4).

Lebih lanjut, ia mengatakan, untuk menjamin pelaksanaan yang transparan, inklusif, dan non-diskriminatif, proses pendaftaran dan seleksi dilakukan secara terpusat melalui platform Skillhub Kemnaker.

"Sehingga, prosesnya lebih transparan dan mudah dipantau," ujar Darmawansyah menambahkan.

Dengan pendekatan yang semakin terintegrasi dan berorientasi pada kebutuhan industri, lanjut dia, program Pelatihan Vokasi Nasional 2026 diharapkan mampu memberikan dampak nyata dalam meningkatkan kualitas tenaga kerja sekaligus memperluas kesempatan kerja di Indonesia.

Sementara itu, Kemnaker mencatat lebih dari 10 ribu peserta dari lulusan SMA dan SMK sederajat resmi memulai program Pelatihan Vokasi Nasional 2026 tahap pertama.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 10.405 peserta dinyatakan lolos, terdiri atas 5.833 orang melalui jalur seleksi dan 4.572 orang melalui jalur kerja sama afirmatif dengan mitra industri dan masyarakat.

Para peserta tersebar di 21 balai latihan kerja (BLK), 13 satuan pelatihan di bawah Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas, serta 46 BLK UPTD.

Lebih lanjut, Darmawansyah mengatakan pelatihan vokasi merupakan salah satu program prioritas pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus mempercepat penyerapan tenaga kerja.

Untuk peserta, Kemnaker memberikan sejumlah fasilitas penunjang. Mereka memperoleh pelatihan gratis, makan siang selama pelatihan, bantuan transportasi, perlindungan jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian, sertifikat pelatihan, sertifikat kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), serta fasilitas asrama untuk pelatihan tertentu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
BI: Cadangan Devisa Indones...
Ekonomi
Lewat Kreativitas, Festival...
Nasional
Wamenekraf Dorong Inovasi J...
Daerah
KAI: Penumpang KA Ciremai S...
Daerah
KAI: Pelanggan KA Makassar-...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
BMKG Catat Tsunami Tertinggi Terjadi di Talengan-Sangihe, Sulut

BMKG Catat Tsunami Tertinggi Terjadi di Talengan-Sangihe, Sulut

08 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.