Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perlu Kerja Keras, Transformasi Digital Desa Dinilai Kunci Wujudkan Indonesia Maju

📅 Sabtu, 25 Nov 2023, 00:56 WIB | Oleh: Tim Penulis
Perlu Kerja Keras, Transformasi Digital Desa Dinilai Kunci Wujudkan Indonesia Maju Doc: ANTARA/Fathur Rochman
Ket. Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi Kementerian Komunikasi dan Informatika (BAKTI Kominfo) Fadhilah Mathar dalam acara Media Gathering Kementerian Kominfo di Hotel Westin, Jakarta, Jumat (24/11/2023).

Jakarta - Perlu kerja keras, Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi Kementerian Komunikasi dan Informatika (BAKTI Kominfo) Fadhilah Mathar menilai transformasi digital di desa-desa merupakan salah satu kunci mewujudkan Indonesia sebagai negara maju.

"Yang akan kita kejar adalah kita ingin menjadi Indonesia maju, negara dengan ekonomi dunia peringkat 4 atau peringkat 5 di tahun 2045. Tidak bisa itu terjadi kalau kita tidak menginklusikan desa," kata Fadhilah di Jakarta, Jumat.

Fadhilah menyoroti keunikan dan potensi desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi. Berdasarkan penelitian sebuah penelitian, kata dia, desa-desa yang mengadopsi digitalisasi memiliki pertumbuhan ekonomi 5 kali lebih besar dibandingkan dengan perkotaan.

Hal ini terutama disebabkan oleh fakta bahwa desa, sebagai "first mover". memiliki ruang pertumbuhan yang lebih besar.

"Dengan adanya internet, dengan adanya infrastruktur yang dibangun oleh Pak Presiden Jokowi dengan sangat luar biasa sehingga misalnya akuisisi ilmu pengetahuan itu bisa diserap dengan lebih cepat. Produktivitas bisa didorong dengan lebih baik dengan adanya transformasi digital," ujar dia.

Fadhilah mengatakan transformasi digital di desa diharapkan bukan hanya memberikan kontribusi lokal, tetapi juga secara signifikan memengaruhi pertumbuhan ekonomi nasional.

"Kamimengharapkan dengan inklusi digital ini desa-desa juga memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan kita, yang kita harapkan kalau kita ingin menjadi bangsa yang maju, (pertumbuhan ekonomi) minimal di 6 persen. idealnya 6,2 sampai 6,5 per tahun. Jadioutcomebesarnya itu yang kita kejar," ucap dia.

Sebelumnya, BAKTI Kominfo menargetkan di 2025, semua desa dapat terhubung dengan konektivitas digital, khususnya di desa-desa yang sebelumnya tidak terjamah layanan internet.

Fadhilah mengatakan bahwa dalam penciptaan konektivitas digital di daerah-daerah yang sebelumnya tidak terjamah internet BAKTI Kominfo memiliki beberapa jenis program mulai dari penyediaan Akses Internet (AI) hingga pembangunan Base Transceiver Station (BTS) 4G.

Program-program tersebut itu tengah dievaluasi bersama Satuan Tugas (Satgas) BAKTI Kominfo, namun dipastikan program-program itu tetap berjalan sehingga misi pemerataan konektivitas digital nasional bisa dicapai.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Badan Geologi Laporkan Akti...
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Advertisement
Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.