Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Industri Nasional Rapuh, Lebih Mengikuti UMR Murah, Bukan Daya Beli Masyarakat

📅 Rabu, 18 Okt 2023, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Industri Nasional Rapuh, Lebih Mengikuti UMR Murah, Bukan Daya Beli Masyarakat Doc: ANTARA/HARVIYAN PERDANA PUTRA
Ket. INDUSTRI NASIONAL RAPUH, BANYAK PINDAH KE BATANG I Foto udara pembangunan rumah pekerja di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) di Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Banyak industri di Jawa Barat dan Jabodetabek yang pindah ke Batang hanya karena UMR murah.

» Bagaimana bisa bersaing dengan negara-negara yang surplus, untuk makan saja harus impor, untuk bayar utang harus utang baru.

» Kalau APBN dan APBD dan intermediasi tidak diarahkan ke sektor riil yang produktif, maka uang akan menguap.

JAKARTA - Mencuatnya berbagai masalah sosial ekonomi bangsa ke permukaan akhir-akhir ini seperti, sepinya pasar tradisional dan turunnya pendapatan pedagang kecil merupakan pertanda kalau daya beli masyarakat yang menurun. Sementara, di sisi lain, para elite politik tampak masih berpesta pora dengan perilaku yang tidak terpuji seperti maraknya korupsi seolah tiada hari esok. Bahkan, mereka tidak sadar dan tidak perduli kalau jutaan rakyat hidupnya semakin susah.

Berkurangnya daya beli masyarakat tersebut karena sektor riil atau dunia usaha tidak pernah dipertahankan dan diperkuat, sehingga lapangan kerja otomatis berkurang dan pendapatan masyarakat khususnya pekerja hilang.

Belum lagi di sektor informal yang tidak terukur dalam data, namun sebagian besar pekerja di sektor tersebut adalah rakyat. Sektor informal, otomatis hilang dalam kondisi ekonomi melemah seperti sekarang.

Peneliti Pusat Riset Pengabdian Masyarakat (PRPM) Institut Shanti Bhuana, Bengkayang Kalimantan Barat, Siprianus Jewarut yang dihubungi dari Jakarta, Selasa (17/10) mengatakan, sektor riil yang kopong diciptakan secara sistematis sejak belasan tahun. Pada akhirnya, kehabisan darah dan ibarat tubuh manusia berpotensi mengalami gagal jantung, namun tidak ada yang perduli.

"Indonesia harus banting setir dalam pembangunan ekonomi, sektor riil, pertanian, keuangan negara, intermediasi bank untuk melepaskan diri dari resesi dan depresi hebat di masa datang," kata Siprianus.

Pemerintah saat ini, belum memberikan ruang dalam meningkatkan sektor riil di Tanah Air. Padahal, sektor riil itu jika didorong, akan membuka lapangan kerja, sehingga meningkatkan pendapatan masyarakat dan negara sebagai penopang pertumbuhan ekonomi khususnya dari konsumsi dan investasi.

"Namun yang terjadi saat ini adalah para politisi dan elit politik, hanya sibuk mengurus urusan politik tanpa memperhatikan sektor ekonomi yang saat ini cukup prihatin dan membutuhkan terobosan baru guna mengatasi terjadinya krisis hebat dimasa mendatang," kata Siprianus.

Kepentingan rakyat harus selalu diutamakan bukan pada kepentingan elite yang selalu mencari panggung di tengah tahun politik saat ini. "Kalau hal ini terus berlanjut, maka rakyat akan semakin menderita dan kaum oligarki dan kroninya terus meraup keuntungan yang besar," katanya.

RI menurutnya, harus membangun sektor riil terutama industri produktif yang menciptakan banyak lapangan kerja untuk rakyat. "Tidak perlu yang berorientasi ekspor, yang untuk substitusi barang impor saja tidak bisa. Kenapa? karena tidak ada kemauan untuk membangun," katanya.

Hal yang terlihat, industri pindah atau relokasi dari satu tempat ke tempat lain, hanya karena persoalan Upah Minimum Regional (UMR) yang lebih rendah. Pabrik akhirnya relokasi dari Jawa Barat ke Batang, Jawa Tengah.

"Kan konyol, kalau terjadi inflasi di Jawa Tengah dan UMR naik terus, mau pindah ke mana lagi. Begitu rapuhnya industri kita. Bukan mengikuti daya beli masyarakat tapi mengikuti UMR murah. Kalau banyak yang pindah ke Jawa Tengah, pengangguran di Jawa Barat bisa bertambah."

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Penataan Ruang Publik Menyambut HUT DKI Jakarta

5 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Penataan Ruang Publik Menya...
Daerah
Peringatan Hari Keamanan Pa...
Ekonomi
Program SPHP Kedelai Dukung...
Nasional
Pemerintah Perkuat SDM Mela...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.