Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Luar Biasa! Guru Perempuan Ini Rela Tempuh Perjalanan 200 KM Pulang-Pergi Tiap Hari Demi Mengajar Dua Siswa

📅 Jumat, 22 Sep 2023, 19:02 WIB | Oleh: Tim Redaksi

Di titik ini pula dia menunggu Noelia, rekannya yang mengajar di sekolah di pedesaan terdekat dari tempat Maria mengajar.

Ketika mereka mendapatkan tumpangan pertama, mereka harus menempuh perjalanan sejauh 31 kilometer ke arah timur lebih dulu. "Yang paling sering menumpangi saya adalah sopir-sopir truk," kata dia.

Orang-orang yang bekerja di ladang juga biasanya mau memberi tumpangan. Mayoritas orang yang menumpanginya adalah laki-laki.

Selanjutnya, mereka turun di kota berpenduduk 172 orang, San Gabriel, di mana rute yang mereka tuju bersinggungan dengan rute lain dari selatan menuju wilayah utara negara itu. Mereka kembali menyetop seseorang yang bersedia menumpangi mereka. Dari situ, Maria masih harus menempuh perjalanan sejauh 63 kilometer. Sedangkan Noelia turun sedikit lebih awal.

Maria bercerita bahwa terkadang, pengendara harus menempuh rute memutar atau berhenti sebelum dia sampai tujuan, sehingga dia harus menumpang ke pengemudi ketiga. Setelah 40 menit perjalanan, dia tiba di peternakan Jazmin, sebuah kawasan pedesaan. Di sini dia bertemu dengan "Eco" atau yang dia juluki sebagai La Guerrera.

"Karena dia telah melewati banyak hal. Dia tidak pernah melintasi jalan tanah. Dia mulai melalui jalan tanah tahun lalu," kata Maria.

Eco adalah sebuah sepeda motor berkapasitas kecil yang dihadiahi oleh ibunya ketika Maria berusia 15 tahun. "Ibu memberi pilihan kepada saya, antara merayakan dengan pesta atau membeli sepeda motor," tutur Maria. "Saya merasa sepeda motor akan lebih bermanfaat bagi saya dibanding pesta kecil di mana saya akan menghabiskan malam yang menyenangkan, lalu berakhir," kenang dia.

Sekarang, Eco lah yang membawanya ke sekolah terpencil itu setiap hari. Berkat bantuan Umpierrez, pemilik peternakan Jazmin, Maria bisa menitipkan Eco di dalam ruangan setiap malam.

Memasuki Pedesaan

Maria meraih gelar pendidikan pada 2019. Tahun berikutnya, pandemi Covid-19 membuat belajar tatap muka ditiadakan di Uruguay dan seluruh dunia. Sekolah-sekolah di pedesaan termasuk yang pertama menggelar kembali belajar tatap muka pada Mei 2020.

Itulah sebabnya Maria mulai menjadi guru pengganti di sekolah-sekolah pedesaan. Para kepala sekolah di wilayah itu akan menghubunginya ketika guru tetap berhalangan hadir.

"Awalnya ketika mereka bersurat kepada saya, saya mengatakan bersedia dan menanyakan bagaimana caranya menuju ke sana," kenang dia.

Pada 2020 hingga 2021, dia bisa pulang-pergi menggunakan bus ke sekolah tempat dia mengajar. "Saya mulai menumpang sejak tahun lalu," ujar Maria.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.