Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemerintah Tunjuk Sejumlah Menteri Tangani Karhutla Per Wilayah

📅 Minggu, 23 Agu 2026, 15:51 WIB | Oleh:
Pemerintah Tunjuk Sejumlah Menteri Tangani Karhutla Per Wilayah Doc: ANTARA/Fathur Rochman
Ket. Mensesneg Prasetyo Hadi menjawab pertanyaan wartawan dalam acara akad nikah Kepala Sekretaris Pribadi Presiden Prabowo Subianto, Rizky Irmansyah di JCC, Senayan, Jakarta, Minggu (23/8).

JAKARTA -- Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan pemerintah pusat sudah menunjuk sejumlah pejabat setingkat menteri untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dibagi per wilayah.

Ditemui dalam acara akad nikah Kepala Sekretaris Pribadi Presiden Prabowo Subianto, Rizky Irmansyah di JCC, Senayan, Jakarta, Minggu, Mensesneg menyampaikan semua pihak telah diminta untuk membantu penanganan karhutla di sejumlah wilayah di Kalimantan dan Sumatera.

"Pemerintah pusat sudah menunjuk beberapa pejabat setingkat menteri untuk kita berbagi wilayah. Jadi, ada yang memang kita bagi tugas untuk atensi di wilayah Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan seterusnya," kata Prasetyo.

Beberapa pejabat yang ditunjuk itu termasuk sejumlah menteri koordinator dan Kepala Staf TNI Angkatan Darat.

Pembagian itu sendiri, kata dia, dilakukan untuk memastikan percepatan penanganan karhutla dan bukan berarti pejabat setingkat menteri itu hanya bertanggung jawab untuk wilayah tertentu.

Dia mengatakan pemerintah terus berupaya secepatnya untuk melakukan penanganan karhutla. Saat ini, fokus penanganan dilakukan di enam provinsi prioritas rawan karhutla, yaitu Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan

Namun, pemerintah sendiri belum berencana untuk membentuk satuan tugas (satgas) yang menangani karhutla untuk saat ini. Prasetyo menyebut hasil koordinasi lintas sektor sudah terjalin kuat.

"Saya kira belum. Karena kemarin hasil dari lapangan, penanganan yang itu juga koordinasi lintas sektor juga sudah cukup kuat. Kemudian kalaupun ada keperluan penambahan beberapa peralatan termasuk heli untuk water bombing sampai APD dan penambahan pasukan, semua sudah dikerjakan," jelasnya.

Pemerintah sebelumnya tengah meningkatkan upaya pengendalian dan penanganan karhutla di Kalimantan dan Sumatera dengan mengerahkan 12.880 personel untuk upaya pemadaman, operasi modifikasi cuaca (OMC), dan pemantauan kualitas udara.

Presiden Prabowo Subianto juga telah memimpin rapat penanganan karhutla di Kalimantan, termasuk berkoordinasi dengan sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di Kalteng pada Sabtu (22/8).

Salah satu arahan yang disampaikan adalah memberikan bantuan tambahan alat dan fasilitas pendukung pemadaman termasuk empat helikopter pengebom air atau water bombing, pompa air 100 unit, APD 2.000 unit, cangkul gepyok, sumur bor, dan selang air.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.