Pemkot Samarinda Perkuat Program Tamasya Wujudkan Kota Layak Anak
📅 Minggu, 23 Agu 2026, 15:48 WIB | Oleh: SujarSAMARINDA -- Pemerintah Kota Samarinda, Kalimantan Timur, memperkuat program Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya) guna menciptakan lingkungan pengasuhan anak usia dini yang aman, nyaman, dan terintegrasi untuk mewujudkan Kota Layak Anak.
Sekretaris Daerah Kota Samarinda Neneng Chamelia Shanti, di Samarinda, Minggu, mengatakan Tamasya merupakan sistem layanan pengasuhan anak usia dini terintegrasi yang bertujuan membantu orang tua bekerja agar tetap produktif, sekaligus memastikan anak mendapatkan pengasuhan optimal.
"Usia dini merupakan masa penting untuk membangun fondasi karakter anak. Apa yang diberikan kepada anak hari ini akan menjadi bekal ketika mereka memasuki jenjang pendidikan berikutnya hingga tumbuh dewasa," kata Neneng saat mengunjungi Tempat Penitipan Anak (TPA) Kebun Kita dan Matavhati Islamic Day Care di Samarinda.
Neneng mengibaratkan anak usia dini seperti kertas putih yang masih mudah dibentuk, sehingga pola pengasuhan saat ini akan menentukan kualitas mereka di masa depan.
Dampak dari proses pendidikan masa usia dini ini diyakini baru akan terasa dalam rentang 15 hingga 20 tahun mendatang.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dalam kunjungan tersebut, Sekda mengapresiasi TPA Kebun Kita yang dinilai kondusif dan tidak sekadar menjadi tempat penitipan, tetapi juga memberikan edukasi dan pelatihan kemandirian bagi anak.
Pemilik TPA Kebun Kita Eryka Oktaviani menjelaskan bahwa lembaga yang berdiri sejak 2014 itu rutin memantau pertumbuhan anak setiap bulan melalui pengukuran berat badan, tinggi badan, dan lingkar kepala, dengan melibatkan Posyandu Kedondong dan Puskesmas.
Selain itu, orang tua mendapatkan laporan perkembangan berkala dalam bentuk catatan serta dokumentasi visual berupa video aktivitas sebagai bahan evaluasi bersama saat pembagian rapor.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu, saat mengunjungi TPA Matavhati Islamic Day Care, Neneng kembali menekankan pentingnya pembentukan karakter prasekolah melalui rutinitas harian yang mendidik kedisiplinan, termasuk keterlibatan aktif orang tua untuk melatih ketepatan waktu anak.
Pendiri TPA Matavhati Islamic Day Care Yulia Wahyu Ningrum menjelaskan pihaknya mengedepankan pendampingan psikologis untuk memantau kebutuhan spesifik masing-masing anak.
Lembaga ini juga memperketat keamanan melalui prosedur antar-jemput dan fasilitas CCTV yang dapat diakses orang tua.
Pada kesempatan yang sama, Bunda PAUD Kota Samarinda Rinda Wahyuni Andi Harun menilai keberadaan TPA yang aman dan berkualitas menjadi bagian penting dalam mendukung ketahanan keluarga.
Rinda menegaskan keberhasilan pengasuhan membutuhkan kolaborasi erat antara TPA dan keluarga, di mana pembiasaan baik di tempat penitipan harus dilanjutkan oleh orang tua di rumah guna memperkuat ekosistem pengasuhan anak di Kota Samarinda.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!