Luar Biasa! Guru Perempuan Ini Rela Tempuh Perjalanan 200 KM Pulang-Pergi Tiap Hari Demi Mengajar Dua Siswa
📅 Jumat, 22 Sep 2023, 19:02 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: BBC/NOELIA DE LEON
MONTEVIDO - Di tepi jalan, Maria Dominguez, berdiri sambil mengulurkan tangan kanannya untuk menyetop pengendara yang melintas. Jas putih yang dia kenakan menandakan bahwa dia adalah seorang guru.
Waktu menunjukkan pukul delapan pagi di tengah musim dingin. Perempuan berusia 29 tahun ini hendak menuju kota kecil Florida, yang berjarak sekitar 90 kilometer ke arah utara dari Montevido, Uruguay. Namun untuk mencapai tujuannya, dia harus mencari tumpangan.
Maria harus tiba di sekolah tempat dia mengajar di pedesaan Paso de la Cruz del Yi sebelum pukul 10.00. Sekolah itu berjarak 108 kilometer dari rumahnya, di tempat antah berantah di mana dia mengajar dua orang siswa, yakni Juliana, 4 tahun, dan Benjamin, 9 tahun.
"Mereka adalah anak-anak dari keluarga yang tinggal di daerah tersebut dan bekerja di ladang," kata Maria.
Maria tidak punya cara lain untuk pergi ke sekolah itu selain menumpang. Di Amerika Selatan, kebiasaan itu dikenal sebagai hitchhiking. Maria tidak memiliki mobil dan kalau pun dia punya, dia tidak mampu membeli bensin untuk perjalanan sejauh itu setiap hari.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dia memang memiliki sebuah sepeda motor, tapi perjalanan sejauh itu tidak mungkin ditempuh menggunakan kendaraan roda dua.
"Saya tidak mau melakukannya, jaraknya ratusan kilometer dan sepeda motor saya akan rusak pada perjalanan pertama. Apalagi kondisi jalannya tidak bagus," kata dia.
Rute yang dia tempuh juga dilalui kendaraan-kendaraan besar, sehingga berbahaya baginya untuk menempuh jarak lebih dari 200 kilometer pulang-pergi menggunakan sepeda motor.
Sebaiknya Anda baca juga:
Persoalannya tidak selesai di situ. Kalau Maria mau menggunakan angkutan umum, dia harus menaiki dua bus. Bus yang pertama berangkat dari Florida pukul 06.15, sedangkan yang berikutnya pada pukul 09.00.
"Tapi karena rutenya sudah diatur, kalau beruntung, (bus) baru berangkat jam 9.30, jadi saya tidak akan sampai tempat waktu," tutur Maria.
Untuk perjalanan pulang, ada rute bus yang melewati jalur di dekat sekolahnya saat petang. Tetapi tidak akan ada bus kedua untuk menyambung perjalanan sampai ke rumahnya.
Perjalanan Empat Babak
Maria memulai perjalanannya menggunakan sepeda motor. Sepeda motor itu kemudian dia tinggalkan di samping sebuah bengkel. Terkadang kunci motornya dia biarkan terpasang. Maria yakin sepeda motor itu akan tetap utuh ketika dia pulang.
Sepeda motor itu bukanlah miliknya, melainkan milik temannya. Karena tidak terpakai, temannya meminjamkan sepeda motor itu kepada Maria sehingga dia bisa mengawali perjalanan panjangnya ini sehari-hari.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!