BRICS Membuka Peluang untuk Anggota Baru
📅 Sabtu, 03 Jun 2023, 00:04 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SSementara itu, di luar hotel tempat pertemuan digelar, sekitar belasan pengunjuk rasa dengan bendera Ukraina dan pakaian adat meneriakkan "Hentikan Putin! Hentikan perang!"
Beberapa memegang tanda yang menggambarkan Menteri Luar Negeri Russia, Sergei Lavrov, dengan kata-kata "pembunuh anak" dalam huruf berwarna merah darah.
"Sulit untuk melihat bahwa Afrika Selatan, yang memiliki sikap kuat terhadap hak-hak anak, menjabat tangan seseorang yang merupakan bagian dari kejahatan perang sistemik terhadap anak-anak Ukraina," ujar asosiasi Dzvinka Kachur, 41 tahun, seorang anggota Ukraina-Afrika Selatan, kepada AFP.
Namun, Pandor mengatakan, soal Putin tidak dibahas oleh para menteri luar negeri, dengan pembicaraan malah berfokus pada potensi penggunaan mata uang alternatif untuk dollar AS untuk perdagangan internasional dan penguatan Bank Pembangunan Baru, juga dikenal sebagai bank BRICS.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Cara-cara untuk memastikan kita tidak menjadi korban sanksi yang memiliki efek sekunder pada negara-negara yang tidak terlibat dalam isu-isu yang menyebabkan sanksi sepihak tersebut, juga dibicarakan," katanya merujuk pada langkah-langkah Barat terhadap Russia.
Pretoria, yang mengatakan ingin tetap netral atas perang Ukraina tetapi dituduh oleh para kritikus condong ke arah Kremlin, telah lama mengadvokasi BRICS untuk bertindak sebagai penyeimbang tatanan internasional yang didominasi barat.
Lima belas kementerian luar negeri dari Afrika dan belahan dunia selatan telah diundang untuk pembicaraan hari kedua pada Jumat.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!