Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BPIP Dorong Penguatan Modal Kebangsaan Hadapi Tantangan Global

📅 Minggu, 21 Mei 2023, 14:04 WIB | Oleh: Tim Penulis
BPIP Dorong Penguatan Modal Kebangsaan Hadapi Tantangan Global Doc: antarafoto
Ket. Direktur Pengkajian Materi Pembinaan Ideologi Pancasila, Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Aris Heru Utomo

JAKARTA - Direktur Pengkajian Materi Pembinaan Ideologi Pancasila, Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Aris Heru Utomo mendorong penguatan modal kebangsaan untuk menghadapi tantangan global yang semakin berat.

"Negara yang berhasil menjawab tantangan global dengan baik adalah negara yang memiliki modal kebangsaan identitas nasional yang kuat," kata Aris dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (21/5).

Menurutnya, terdapat tiga hal untuk membangun modal kebangsaan identitas nasional tersebut. Ketiganya berkesinambungan antara merawat sejarah, memahami nilai-nilai Pancasila, dan memupuk rasa bangga sebagai sebuah bangsa.

"Perlu tiga hal untuk membangun identitas nasional, yaitu kemampuan merawat tradisi dan warisan masa lalu seperti perjuangan/konsensus bersama yang diperjuangkan, pemahaman terhadap shared values (dalam hal ini nilai-nilai Pancasila), dan kebanggaan bersama sebagai bangsa," ujar Aris.

Sehubungan dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) pada 20 Mei, Aris mengatakan bahwa masyarakat Indonesia diajak bangkit untuk menjawab berbagai tantangan global yang hadir, terlebih memasuki era pascapandemi.

"Melalui tema peringatan Harkitnas 2023 'Semangat untuk Bangkit', kita diajak untuk menjawab berbagai tantangan masa kini, termasuk dalam menghadapi tantangan global pascapandemi COVID-19," kata dia.

Menurut Aris, krisis yang disebabkan oleh perubahan global hanya dapat dihindari dengan adanya semangat dan kesadaran kebangsaan di antara masyarakat.

"Hanya dengan adanya kesadaran kolektif maka negara akan bisa menghindari distrust society dan terhindar dari krisis yang dihadirkan oleh perubahan global," ujarnya.

Menyikapi hal tersebut, Aris mendorong upaya dan kemauan besar dari bangsa Indonesia melalui upaya pendidikan.

"Di sini pentingnya peran pendidikan dalam upaya menjawab tantangan-tantangan baru bagi bangsa Indonesia saat ini dan mencapai cita-cita kemerdekaan bangsa," tambah Aris.

Lebih lanjut, Aris menyebut bangsa Indonesia merupakan bangsa yang besar dan beragam. Di antara keberagaman yang ada, seluruh masyarakat dapat disatukan dengan identitas yang sama sebagai bangsa Indonesia dengan bahasa yang sama, yaitu bahasa Indonesia.

Menurutnya, tidak semua bangsa di dunia dapat memiliki kekuatan sebagaimana yang dimiliki oleh Indonesia. Hal ini menjadi modal kekuatan kebangsaan untuk memperkuat Indonesia sebagai sebuah negara.

"Modal negara yang terbentuk sejak 1945 harus terus diperkuat kelembagaannya agar bisa membawa bangsa ini mencapai cita-cita yang diharapkan para Bapak Bangsa," kata dia.

Aris pun mengingatkan masyarakat Indonesia akan pentingnya keteladanan yang ditinggalkan para pendiri dan pemimpin bangsa.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Harga Energi dan Biaya Hidu...
Megapolitan
Dana Cadangan, Pramono Usul...
Luar Negeri
G7 Akan Lepas 100 Juta Bare...

PBB akan Alokasikan Dana untuk 12 Krisis Kemanusiaan

55 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
PBB akan Alokasikan Dana un...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.