Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Banyak Sekali, Siklon Mocha di Rakhine Berdampak pada 5,4 Juta Warga Myanmar

📅 Rabu, 17 Mei 2023, 20:02 WIB | Oleh: Tim Penulis
Banyak Sekali, Siklon Mocha di Rakhine Berdampak pada 5,4 Juta Warga Myanmar Doc: ANTARA/Partners Relief and Development/Handout via
Ket. Suasana kerusakan pemukiman warga setelah dihantam siklon Mocha di Sittwe, Myanmar, Rabu (17/5/2023). Badai disertai angin berkecepatan 210 kilometer per jam tersebut merusak infrastruktur dan diperkirakan menelan korban jiwa ratusan orang sehingga merupakan bencana siklon terburuk sejak tahun 2008.

Jenewa - Banyak sekali, Siklon Mocha yang melanda Negara Bagian Rakhine yang "rentan dan putus asa" merupakan "skenario mimpi buruk" yang berdampak pada 5,4 juta orang di jalur badai, menurut koordinator kemanusiaan PBB di Myanmar pada Selasa.

Berbicara dalam pengarahan pers PBB melalui tautan video dari Myanmar, Ramanathan Balakrishnan mengatakan siklon melanda Negara Bagian Rakhine dengan "kekuatan brutal" pada Minggu.

"Itu benar-benar pengalaman yang menakutkan bagi mereka yang berada di jalur siklon, yang saat ini menghadapi upaya pembersihan dan rekonstruksi besar-besaran," kata Balakhrisnan, seraya menambahkan bahwa diperkirakan 5,4 juta warga berada di jalur siklon, dengan 3,9 juta diantaranya diperkirakan paling rentan.

Setelah menghantam wilayah pantai, jelas dia, siklon bergerak ke dalam, menyebabkan banjir di wilayah dimana jutaan orang telah mengungsi akibat konflik.

Menurut Balakhrisnan, sebanyak 17 juta warga di Myanmar membutuhkan bantuan kemanusiaan, yang mana "sebanyak di Ukraina."

Olga Sarrado dari badan pengungsi PBB, menggambarkan situasi di Bangladesh dan kamp pengungsi Rohingya yang terdampak parah.

Lebih dari 21 ribu etnis Rohingya dan lebih dari empat ribu rumah tangga terdampak di kamp, kata Sarrado, menambahkan belum ada laporan korban jiwa.

Siklon itu melanda pada saat yang sangat sulit bagi pengungsi Rohingya di Bangladesh, kata dia.

Menurut penilaian pos bencana dan pekerja kemanusiaan, kebutuhan paling utama adalah tempat bernaung, air minum bersih, sanitasi, dan obat-obatan, kata Sarrado.

Sarrado mengatakan hanya 16 persen dari permohonan pendanaan yang didapatkan saat ini.

Pada Minggu, Siklo Mocha menghancurkan pesisir antara Cox;s Bazar di Bangladesh dan kota kecil Kyaukpyu di Myanmar, dilaporkan sembilan orang tewas di kedua negara.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Harga Energi dan Biaya Hidu...
Megapolitan
Dana Cadangan, Pramono Usul...
Luar Negeri
PBB akan Alokasikan Dana un...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.