Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Perayaan Lebaran Bisa Berdampak Buruk Bagi Lingkungan Jika Ini Terjadi

📅 Senin, 17 Apr 2023, 11:59 WIB | Oleh: Tim Penulis

Survei oleh perusahaan riset dan polling global, YouGov, pada 2022 menyatakan 81% masyarakat Indonesia menggunakan uang tunjangan hari raya (THR) mereka untuk membeli baju baru.

Pusat-pusat perbelanjaan, platform e-commerce, ataupun toko pakaian acap memanfaatkan momen ini dengan mengobral diskon.

Namun, di tengah kondisi iklim yang berubah dan situasi pencemaran di Indonesia saat ini, kita perlu berpikir ulang. Apakah kebiasaan ini layak diteruskan?

Tradisi baju baru dapat mengarah pada penumpukan sampah. Survei dari Yougov pada 2017 menyatakan sekitar 66% responden Indonesia membuang satu baju setiap tahun. Ada juga 25% responden yang setiap tahunnya membuang 10 helai baju.

Selain mubazir, kebiasaan membeli baju baru juga bisa memperparah dampak lingkungan dari industri tekstil. Sektor ini bertanggung jawab atas 6-8% emisi gas rumah kaca di bumi karena masifnya penggunaan energi untuk pemrosesan garmen dan tekstil.

Di Indonesia, limbah tekstil mencapai jutaan ton setiap tahun. Aktivitas produksi juga masih mengotori sungai-sungai di tanah air, seperti Sungai Citarum di Jawa Barat, Sungai Bengawan Solo di Jawa Tengah, dan Sungai Brantas di Jawa Timur.

4. Kembang api

Perayaan dengan petasan dan kembang api sering kali membuat masyarakat takjub, tapi hal ini bersifat semu. Sebab, rasa ini hanya berlangsung sebentar dibandingkan kerusakan lingkungan jangka panjang yang ditimbulkan.

Petasan dan kembang api mengandung zat kimia seperti logam berat, karbon, mesiu dan bahan bahan kimia lainnya. Asap yang ditimbulkan dari petasan dan kembang api menimbulkan polusi dan membahayakan saluran pernapasan jika terhirup dalam jumlah besar. Partikel-partikel petasan dan kembang api yang jatuh ke tanah dapat merusak tanaman dan mencemari air.

Dampak lainnya dari kembang api adalah mengganggu kehidupan satwa liar terutama burung-burung dan satwa arboreal yaitu hewan yang tinggal di pohon-pohon.

Gangguan suara yang ditimbulkan oleh petasan dan kembang api juga diderita oleh hewan domestik yang sensitif terhadap frekuensi suara, seperti anjing dan ayam.

Idulfitri adalah momentum kebersamaan, kasih sayang, dan saling memaafkan. Mari kita merayakan lebaran dengan berperilaku bijak, bukan hanya pada sesama manusia tapi juga pada alam semesta.

Selamat Idulfitri. Mohon maaf lahir dan batin.The Conversation

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Modena Tawarkan Diskon hingga 77 Persen di PRJ

46 menit yang lalu | Haryo Brono

Rona
Modena Tawarkan Diskon hing...
Pramono Cabut KJP dan KJMU Siswa Bermasalah, Pelaku, Perundungan dan Tawuran

Pramono Cabut KJP dan KJMU Siswa Bermasalah, Pelaku, Perundungan dan Tawuran

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.