Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perayaan Lebaran Bisa Berdampak Buruk Bagi Lingkungan Jika Ini Terjadi

📅 Senin, 17 Apr 2023, 11:59 WIB | Oleh: Tim Penulis
Perayaan Lebaran Bisa Berdampak Buruk Bagi Lingkungan Jika Ini Terjadi Doc: ANTARA/Shutterstock
Ket. Ilustrasi makan-makan saat Lebaran.

Herlina Agustin, Universitas Padjadjaran

Masyarakat Indonesia merayakan Idulfitri dengan kegiatan saling memaafkan, kunjungan ke kerabat maupun teman.

Semarak hari raya juga berlangsung sejak beberapa hari sebelumnya, misalnya aktivitas pemudik yang memadati jalanan ataupun transportasi umum. Beberapa daerah turut mengadakan pesta kembang api pada semalam sebelum Idulfitri untuk menandai Ramadan yang berakhir.

Namun, di balik kesemarakan ini, Idulfitri yang seharusnya dirayakan dengan kegiatan baik justru bisa berdampak buruk terhadap lingkungan. Kita perlu mencegah dampak tersebut agar aktivitas berlebaran bisa sesuai dengan tujuan aslinya, yaitu kembali ke fitrah atau kesucian.

1. Sisa makanan

Laporan dari The Economist Intelligence Unit (EIU); divisi riset dan analisis dari perusahaan media asal Inggris, The Economist, pada 2017 menyatakan Indonesia menjadi negara peringkat kedua dalam hal membuang makanan. Arab Saudi menempati peringkat pertama. Amerika Serikat peringkat ketiga.

Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengungkapkan, sampah makanan yang dihasilkan menyumbang 46,75% dari total sampah Indonesia. Limbah makanan ini menimbulkan kerugian ekonomi hingga Rp 213-531 triliun per tahun, atau 5% dari produk domestik bruto Indonesia.

Limbah makanan yang tidak terkelola dengan baik juga dapat menimbulkan masalah kesehatan karena menjadi tempat berkembang biaknya kuman serta mengundang hewan liar yang mengkonsumsi limbah tersebut. Organisme ini dapat membawa penyakit bisa menular dari hewan ke manusia atau biasa disebut zoonosis.

Sisa makanan yang membusuk juga mengeluarkan gas metana (CH4), salah satu gas rumah kaca. Emisi gas metana yang berlebihan amat berbahaya karena bisa memerangkap panas 25 kali lebih besar dibandingkan karbon dioksida atau CO2.

Jumlah limbah makanan yang fantastis ini terjadi karena beberapa sebab, antara lain kurangnya pengetahuan untuk mengelola makanan dengan baik ataupun penyimpanannya. Ada juga karena perilaku belanja berlebihan, ataupun kebiasaan memasak makanan dalam jumlah banyak.

Pemerintah seharusnya mengedukasi masyarakat untuk tidak membuang makanan dengan melakukan berbagai kampanye.

Misalnya, kampanye untuk tidak boros saat berbelanja atau memproduksi makanan berlebih yang berisiko meningkatkan limbah dan gas rumah kaca.

Pemerintah dapat bekerja sama dengan masyarakat untuk mengelola distribusi makanan bagi orang yang membutuhkan.

Masyarakat Indonesia dikenal sebagai masyarakat yang dermawan. Supaya lebih bermanfaat, sifat ini dapat dikelola dengan lebih profesional.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

51 menit yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

54 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1 jam lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.