Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Merak Tetap Lancar, Lonjakan Mobil dan Bus Warnai Arus Natal

📅 Kamis, 25 Des 2025, 22:47 WIB | Oleh:
Merak Tetap Lancar, Lonjakan Mobil dan Bus Warnai Arus Natal Doc: Dok. Istimewa

MERAK — Arus pergerakan masyarakat menjelang Hari Raya Natal 2025 mulai menunjukkan peningkatan signifikan di jalur penyeberangan Jawa–Sumatera. Pada Rabu (24/12) atau H-1 Natal, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mencatat lonjakan kendaraan pribadi dan bus yang menyeberang dari Jawa menuju Sumatera. Meski demikian, aktivitas layanan penyeberangan di Pelabuhan Merak dan pelabuhan penyangga terpantau tetap berjalan lancar dan terkendali.

Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menjelaskan bahwa peningkatan trafik tersebut dipicu oleh kombinasi momentum libur Natal, periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), serta kebijakan work from anywhere (WFA) yang akan berlangsung pada 29–31 Desember 2025. Kondisi ini mendorong sebagian masyarakat memilih berangkat lebih awal untuk menghindari kepadatan di puncak arus.

“Libur Natal yang jatuh pada 25 Desember dimanfaatkan sebagian pengguna jasa untuk pulang lebih awal dan berkumpul bersama keluarga. Ditambah dengan momentum libur Nataru serta kebijakan WFA, pergerakan masyarakat mulai meningkat sejak H-1,” ujar Heru dalam keterangan tertulisnya, Kamis (25/12).

Data Posko Merak mencatat realisasi kendaraan roda empat yang menyeberang dari Jawa menuju Sumatera pada H-1 Natal mencapai 4.639 unit, meningkat 11,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 4.157 unit. Lonjakan lebih tinggi terjadi pada kendaraan bus, dengan total 494 unit atau meningkat 40,7 persen dibandingkan realisasi tahun lalu sebanyak 351 unit.

General Manager ASDP Cabang Merak, Umar Imran Batubara, menegaskan bahwa peningkatan tersebut telah diantisipasi melalui penguatan manajemen operasional dan pengaturan pola layanan di lapangan. Seluruh dermaga dioptimalkan sesuai karakteristik kendaraan, sehingga arus kendaraan tetap mengalir tanpa antrean panjang.

“Kami melakukan pengaturan ritme sandar kapal dan pengelolaan antrean kendaraan secara dinamis. Fokus kami adalah menjaga kelancaran arus kendaraan, terutama bus dan kendaraan pribadi yang meningkat signifikan sejak H-1 Natal,” jelas Umar.

Sementara itu, dari arah Sumatera menuju Jawa, Posko Bakauheni mencatat pergerakan kendaraan roda empat mencapai 3.989 unit atau naik 12,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 3.558 unit. Untuk kendaraan bus, tercatat sebanyak 545 unit, yang menunjukkan adanya pergeseran pola perjalanan masyarakat antarwilayah.

Secara kumulatif, sejak H-10 hingga H-1 Natal, total penumpang yang menyeberang dari Jawa menuju Sumatera melalui Pelabuhan Merak, Ciwandan, dan BBJ Bojonegara mencapai 355.709 orang atau meningkat 3,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 344.475 orang. 

Adapun total kendaraan yang menyeberang tercatat 82.757 unit, relatif stabil dengan sedikit penyesuaian dibandingkan tahun lalu.

Di sisi sebaliknya, pergerakan penumpang dari Sumatera menuju Jawa melalui Pelabuhan Bakauheni, Wika Beton, dan BBJ Muara Pilu pada periode H-10 hingga H-1 tercatat sebanyak 318.265 orang, sedangkan total kendaraan mencapai 79.890 unit atau meningkat 4,9 persen dibandingkan realisasi tahun lalu.

Heru Widodo menambahkan bahwa puncak arus libur Tahun Baru 2026 diprediksi akan terjadi pada 30 dan 31 Desember 2025. ASDP mengimbau masyarakat agar merencanakan perjalanan dengan baik serta menghindari waktu padat kendaraan. “Kami mengajak pengguna jasa untuk mengatur waktu perjalanan dan memastikan tiket telah diamankan lebih awal melalui aplikasi Ferizy, agar perjalanan lebih nyaman dan terencana,” tutup Heru.

Dengan pengelolaan operasional yang adaptif serta koordinasi erat lintas pemangku kepentingan, ASDP berkomitmen memastikan layanan penyeberangan selama periode Natal dan Tahun Baru tetap aman, lancar, dan terkendali.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Badan Geologi Laporkan Akti...
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Advertisement
Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.