Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Universitas Muhammadiyah Purwokerto Hadirkan Kuliner dari 13 Negara

📅 Jumat, 14 Apr 2023, 22:50 WIB | Oleh:
Universitas Muhammadiyah Purwokerto Hadirkan Kuliner dari 13 Negara Doc: ANTARA/Sumarwoto
Ket. Rektor Univeritas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) Assoc Prof Dr Jebul Suroso (kanan) berbincang dengan salah seorang mahasiswa asal Pakistan terkait dengan kuliner yang disajikan dalam kegiatan International Culinary Festival 2023 yang digelar di halaman Gedung Rektorat UMP, Jumat (14/4/2023) sore.

PURWOKERTO - Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, menghadirkan kuliner tradisional dari 13 negara dalam ajang International Culinary Festival 2023 yang digelar di halaman Gedung Rektorat UMP, Jumat sore.

Berbagai kuliner tradisional mancanegara itu disajikan oleh para mahasiswa internasional yang tengah menimba ilmu di UMP, antara lain Gambia, Iran, Pakistan, Mali, dan Korea Selatan.

Salah seorang mahasiswa asal Mali, Momoudou Songare Toufi mengatakan dalam kegiatan tersebut, dia menampilkan masakan tradisional Mali berupa maloseri.

"Masakan ini terbuat dari beras, kelapa, gula, garam, dan susu," ujarnya.


Menurut dia, maloseri selalu dibuat setiap hari untuk menu sarapan bagi warga Mali.

Kendati demikian, dia mengaku sudah bisa memasak masakan khas Indonesia, salah satunya nasi goreng yang paling disukainya.

"Aku suka nasi goreng. Itu asli Indonesia," kata mahasiswa S1 Pendidikan Bahasa Inggris itu.

Sementara mahasiswi asal Korea Selatan, Park Chongnammembuat dua masakan khas negaranya, salah satunya berupa japchae.

"Bukan capcay, tapi japchae. Itu mi yang sama sayur-sayur tanpa kuah, biasanya disajikan setiap hari raya apa pun di Korea," ucapnya.

Dia juga mengaku sangat suka dengan masakan Indonesia khususnya nasi goreng. Bahkan saat pertama makan nasi goreng, dia langsung suka.

Oleh karena itu setiap kali keluar asrama, dia selalu mencari nasi goreng.

"Rasanya cocok dengan orang Korea," kata mahasiswi S2 Pendidikan Bahasa Inggris itu.

Dalam kesempatan terpisah, Rektor UMP Assoc Prof Dr Jebul Suroso mengatakan Festival Kuliner Internasional itu menghadirkan masakan dari 13 negara di Asia, Afrika, dan Timur Tengah.

Pihaknya sangat bangga karena kegiatan tersebut merupakan momentum bagus bagi UMP untuk meningkatkan iklim dan nuansa internasionalisasi di perguruan tinggi Muhammadiyah itu.

"Ini juga mendekatkan mahasiswa asing yang ada di Universitas Muhammadiyah Purwokerto dengan kami. Acaranya dikelola Kantor Urusan Internasional, Insya Allah menyenangkan karena diisi dengan lomba membuat nasi goreng," tuturnya.

Menurut dia, lomba membuat nasi goreng diikuti oleh mahasiswa internasional (asing, red.) dan yang dinilai adalah nasi goreng ala mereka.

Ia mengharapkan dengan adanya festival tersebut, mahasiswa internasional yang kuliah di UMP akan bangga karena kuliner dari negara mereka bisa diekspos dan disajikan di Indonesia.

"Di sisi lain, acara ini adalah acara yang mengapresiasi mereka," ucapnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Teknologi Makin Canggih, Kenapa Hilirisasi Indonesia Masih Tersendat?
    Preview komentar:
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai kendala hilirisasi; dari ...
  • Ambisi Semikonduktor Nasional Terhalang Ekosistem Industri
    Preview komentar:
    Tantangan mendasar yang dipaparkan secara tajam dalam artikel ...
  • Pemprov Kaltara Dorong UMKM Dilibatkan dan Masuk Kawasan Industri
    Preview komentar:
    Langkah strategis Pemprov Kaltara memfasilitasi UMKM lokal untuk ...

Kkorban Gempa NTT Bertambah Jadi 71 Orang

1 jam lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Kkorban Gempa NTT Bertambah...
Daerah
Mahasiswa di Malang Tewas D...
Menteri Ekraf Apresiasi Pameran SBY Art Community Jadi Ruang Kolaborasi Global

Menteri Ekraf Apresiasi Pameran SBY Art Community Jadi Ruang Kolaborasi Global

19 Aug 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.