Tiongkok Meluncurkan Penyelidikan Pembatasan Impor oleh Taiwan yang Menghambat 2.400 Produk
📅 Kamis, 13 Apr 2023, 00:17 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: Istimewa
BEIJING - Beijing pada Rabu (12/4), mengatakan, akan meninjau langkah-langkah pembatasan impor oleh Taiwan terhadap lebih dari 2.400 produk Tiongkok daratan, dengan meluncurkan "penyelidikan hambatan perdagangan", sebuah langkah langka yang akan semakin memperumit hubungan lintas-selat itu menjelang pemilihan presiden di Taipei.
Dilansir oleh South China Morning Post, dalam sebuah pernyataan Kementerian Perdagangan Tiongkok mengatakan bahwa mereka akan meninjau keluhan dari tiga kelompok perdagangan Tiongkok daratan, yang mencakup barang-barang pertanian, tekstil, dan produk mineral-kimia, karena "wilayah Taiwan sedang bekerja dan menerapkan langkah-langkah untuk melarang impor produk daratan".
"Penyelidikan harus selesai pada 12 Oktober 2023. Dalam keadaan khusus, dapat diperpanjang hingga 12 Januari 2024," tambah kementerian itu.
Komisi Pemilihan Pusat Taiwan, bulan lalu mengkonfirmasi bahwa pulau itu akan mengadakan pemilihan presiden berikutnya pada 13 Januari 2024.
Sementara itu, Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) Tiongkok, pada Senin mengakhiri latihan tiga hari di sekitar Taiwan, segera setelah Presiden Taiwan, Tsai Ing-wen bertemu dengan Ketua DPR AS, Kevin McCarthy saat singgah di California, yang bertentangan dengan peringatan dari Beijing. Beijing memandang Taiwan yang memiliki pemerintahan sendiri sebagai bagian dari Tiongkok, dan jika perlu akan dipersatukan dengan kekerasan.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Saya kira tidak ada orang yang terkejut setelah latihan militer di sekitar pulau dan di Selat (Taiwan), Anda pasti akan melihat lebih banyak tekanan dari Beijing terhadap Taiwan" kata Presiden dan CEO Kelompok Riset dan Konsultasi e-telligence yang berbasis di Taipei, Raymond Wu.
Juru bicara Kantor Urusan Taiwan di Beijing, Zhu Fenglian, mengatakan, pulau itu telah lama memberlakukan tindakan pembatasan sepihak pada lebih dari 2.400 produk dari daratan, yang telah menyebabkan kerusakan pada industri terkait dan kepentingan perusahaan.
"Hasil investigasi akan diumumkan pada waktu yang tepat," imbuhnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Petahana Tsai akan menyelesaikan masa jabatan kedua dan terakhirnya sebagai presiden pada Mei tahun depan, dan partainya yang berhaluan kemerdekaan diharapkan mengajukan kandidat melawan saingan dari partai oposisi Kuomintang yang menganjurkan sikap yang lebih damai terhadap hubungan daratan selama pemilihan Januari.
Kementerian Urusan Ekonomi Taiwan mengatakan, pejabat Tiongkok daratan belum secara resmi memberi tahu Taiwan tentang penyelidikan tersebut dan mendesak mereka untuk memulai dialog.
Kementerian mengatakan, pihaknya mengikuti "norma" dalam mengizinkan impor dari daratan dan dapat "mengumumkan terbuka untuk impor apa pun" selama barang-barang itu tidak membahayakan atau melanggar keamanan nasional.
"Perdagangan melintasi Selat Taiwan saling menguntungkan dan interaktif," katanya dalam sebuah pernyataan.
"Ini bahkan merupakan bagian penting dari rantai pasokan regional dan dunia dan penting untuk kemakmuran dunia yang stabil. Pihak Tiongkok seharusnya tidak mempersulit perdagangan, menggunakannya sebagai alat atau mengganggu pembangunan ekonomi global," ujar dia.
Para pejabat Tiongkok Daratan sebelumnya telah melakukan penyelidikan anti-dumping yang melibatkan barang-barang individu Taiwan, tetapi belum pernah dilakukan sebelumnya dengan jumlah 2.455 item, kata para analis.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!