Cegah Penyebaran Flu Burung AI, Swab Unggas Dilakukan di Wonomerto dan Krejengan.
📅 Rabu, 24 Jun 2026, 11:11 WIB | Oleh: Yebdi Trismar
Doc: Antara Foto
Dinas Pertanian (Diperta) Kabupaten Probolinggo bersama Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur memperkuat deteksi dini penyebaran penyakit Avian Influenza (AI) terhadap unggas dengan melakukan kegiatan surveilans melalui pengambilan sampel swab trakea pada unggas di dua kecamatan di Probolinggo.
"Pengambilan sampel swab di Kecamatan Wonomerto dan Krejengan menjadi langkah strategis dalam upaya deteksi dini penyebaran virus AI di wilayah sentra peternakan unggas," kata Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Diperta Kabupaten Probolinggo Nikolas Nuryulianto dalam keterangannya di kabupaten setempat, Rabu.
Kegiatan tersebut melibatkan tim gabungan dari Diperta Kabupaten Probolinggo dan Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur (drh. Indri Salespi dan drh. Windi) serta dokter penyelia yang turut melakukan pemeriksaan lapangan. Total sampel yang diambil mencapai 50 swab trakea dari ayam ras petelur dan ayam arab di lima lokasi berbeda.
Menurutnya, surveilans itu dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan unggas di tingkat peternak tetap aman dari ancaman penyakit AI yang memiliki potensi penularan cepat dengan tujuan utama adalah deteksi dini.
"Kami ingin memastikan apakah unggas di wilayah Kecamatan Wonomerto dan Krejengan bebas dari virus AI atau tidak. Jika ditemukan indikasi, bisa segera dilakukan penanganan dan pengendalian,” katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia mengatakan hasil laboratorium dari pengambilan sampel tersebut diperkirakan akan keluar dalam waktu satu hingga dua minggu, sehingga hasil tersebut akan menjadi dasar untuk menentukan langkah lanjutan dalam pengendalian kesehatan hewan di lapangan.
Di Kecamatan Wonomerto, pengambilan sampel dilakukan di dua lokasi peternakan ayam petelur dan ayam arab. Salah satunya di Desa Sepuhgembol dengan populasi ayam petelur sekitar 3.600 ekor dan Desa Sumberkare dengan ayam arab petelur sebanyak 1.000 ekor.
“Kedua lokasi itu diketahui telah melakukan vaksinasi serta perawatan rutin, seperti pembersihan kandang dan pemberian vitamin,” ujarnya.
Sementara di Kecamatan Krejengan, kegiatan dilakukan di tiga lokasi peternakan yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), yakni BUMDes Makmur Desa Temenggungan, BUMDes Anugerah Sejati Desa Jatiurip dan BUMDes Desa Seboro.
Masing-masing peternakan memiliki populasi ayam petelur dengan jumlah dan usia yang bervariasi, termasuk sebagian yang belum mendapatkan vaksinasi AI.
“Selain pengambilan sampel, peternak juga menerima dukungan berupa vitamin untuk meningkatkan daya tahan unggas. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu menjaga kondisi kesehatan ternak selama proses observasi berlangsung,” katanya.
Menurut Niko, kegiatan surveilans itu merupakan bagian dari sistem kewaspadaan dini terhadap penyakit hewan menular strategis, khususnya AI yang berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi besar bagi peternak jika tidak segera ditangani.
“Avian Influenza bukan hanya berdampak pada ternak, tetapi juga berisiko terhadap kesehatan manusia. Karena itu, deteksi awal sangat penting agar tidak terjadi penyebaran yang lebih luas,” ujarnya.
Ia mengimbau para peternak untuk meningkatkan biosecurity kandang, rutin melakukan vaksinasi serta menjaga kebersihan lingkungan peternakan. Langkah sederhana seperti disinfeksi kandang dan pengawasan kesehatan harian dinilai sangat efektif dalam mencegah penyebaran penyakit.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!