Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Perkuat Daya Tahan Ekonomi Hadapi Tekanan Global

📅 Senin, 20 Apr 2026, 01:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Perkuat Daya Tahan Ekonomi Hadapi Tekanan Global Doc: Sumber: BPS, World Bank/KJ/ones/and

Jakarta – Lembaga riset NEXT Indonesia Center menilai ekonomi Indonesia masih berpeluang tumbuh di atas 5 persen pada 2026, meski dibayangi ketidakpastian global dan perbedaan proyeksi dari lembaga internasional.

Direktur NEXT Indonesia Center Herry Gunawan mengatakan ketahanan ekonomi nasional saat ini tengah diuji oleh tekanan eksternal yang semakin tajam.

“Situasi ini merupakan ujian nyata bagi kesehatan ekonomi nasional. Kita harus melihat secara jeli apakah ekonomi kita benar-benar masih sehat atau mulai melorot di bawah tekanan eksternal,” kata Herry di Jakarta, Minggu (19/4).

Seperti dikutip dari Antara, Herry menjelaskan, ketegangan geopolitik di Timur Tengah telah meningkatkan ketidakpastian global, terutama melalui dampaknya terhadap harga energi dan volatilitas pasar keuangan. Kondisi ini turut memengaruhi pandangan sejumlah lembaga internasional terhadap prospek ekonomi Indonesia.

World Bank dalam laporan terbarunya merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026 dari 5,0 persen menjadi 4,7 persen, lebih rendah dibanding realisasi 2025 sebesar 5,11 persen. Sementara itu, Asian Development Bank justru memperkirakan ekonomi Indonesia dapat tumbuh 5,2 persen.

“Perbedaan angka proyeksi ini membuktikan bahwa faktor ketidakpastian global sangat memengaruhi penilaian terhadap daya tahan ekonomi Indonesia di tahun 2026,” ujar Herry.

Untuk membaca arah ekonomi secara objektif, NEXT Indonesia Center menggunakan indikator Composite Leading Indicator (CLI) dari OECD.

“Sinyal CLI adalah kompas arah ekonomi,” kata dia.

Data Maret 2026 menunjukkan CLI Indonesia berada di level 100,52 atau masih di atas ambang 100, yang mengindikasikan fase ekspansi dan potensi pertumbuhan di atas tren jangka panjang. Menurut Herry, hal ini menunjukkan fundamental ekonomi nasional masih cukup kuat, bahkan lebih baik dibandingkan sejumlah negara Asia lain.

“Data CLI kita masih berada di atas level 100, yang artinya secara fundamental ekonomi Indonesia masih memiliki napas untuk tumbuh di atas rata-rata tren jangka panjangnya,” ujarnya.

Namun demikian, ia mengingatkan adanya tanda moderasi dari penurunan tipis CLI dari 100,59 pada Februari menjadi 100,52 pada Maret 2026. Hal ini dinilai sebagai sinyal awal melemahnya momentum konsumsi rumah tangga.

NEXT Indonesia Center mencatat konsumsi rumah tangga masih menjadi penopang utama ekonomi dengan kontribusi sekitar 53,9 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) pada 2025. Karena itu, pemerintah perlu menjaga daya beli sekaligus memperkuat investasi dan ekspor.

“Kita tidak boleh menutup mata terhadap moderasi yang mulai terjadi di awal 2026. Jika tidak ada intervensi kebijakan yang adaptif untuk menjaga daya beli, target pertumbuhan bisa meleset,” kata Herry.

Ia menambahkan, penguatan kebijakan fiskal yang adaptif dan perlindungan terhadap kelompok masyarakat bawah menjadi kunci agar moderasi tidak berkembang menjadi perlambatan yang lebih dalam.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Singapura Kucurkan Bantuan ...
Luar Negeri
Populasi Harimau Siberia Na...
Luar Negeri
Krisis Populasi Jepang Maki...
Nasional
WiLAT Gathering 2026: Doron...
Luar Negeri
Eropa Optimis Sapu Bersih H...
Daerah
Pemkot Bandung Bertekad Per...
  • Begini Kronologi Lengkap Bentrokan Warga di Jalan Tambak Jakarta Pusat yang Menewaskan Satu Orang
    Preview komentar:
    2 kelompok warga, itu warga mana dg warga ...
  • Kementan Bantu Bibit Kelapa untuk Petani Barito Kuala, Produktivitas Perkebunan Ditingkatkan.
    Preview komentar:
    Di barisan paling depan, Kementerian Pertanian memainkan ...
    Keren
  • Penutupan Perlintasan Liar Kereta di Kediri
    Preview komentar:
    Wah, berarti kalau sehari hari kan lewat perlintasan ...

Presiden Prabowo Bertolak ke Jawa Tengah untuk Resmikan Stasiun Semarang Tawang

Presiden Prabowo Bertolak ke Jawa Tengah untuk Resmikan Stasiun Semarang Tawang

30 Jul 2026
Pilihan Pembaca
# 5
Pelaku Usaha Tunggu Kepastian BI
📅 Rabu, 29-Jul-2026
# 5
Pelaku Usaha Tunggu Kepastian BI
📅 Rabu, 29-Jul-2026
Pelaku Usaha Tunggu Kepastian BI
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.