Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jatim Ajak Belanda Kembangkan Wisata Air Sejarah

📅 Selasa, 04 Apr 2023, 18:16 WIB | Oleh:
Jatim Ajak Belanda Kembangkan Wisata Air Sejarah Doc: Koran Jakarta / Selocahyo
Ket. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, dan Wakil Duta Besar Belanda untuk Indonesia, Ardi Stoios-Braken, di Surabaya, Selasa (4/4).

SURABAYA - Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) melakukan penjajakan kerjasama dengan pemerintah Kerajaan Belanda dalam kunjungan Wakil Duta Besar Belanda untuk Indonesia, Ardi Stoios-Braken, di Surabaya, Selasa (4/4).

Dalam pertemuan itu, Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, mengajak Belanda untuk mendukung perkembangan wisata air yang memilki hubungan erat dengan sejarah keberadaan Belanda pada masa kolonial.

"Di bagian belakang Benteng Pendem Van Den Bosch Ngawi, ada titik yang terkoneksi dengan pelabuhan (Sungai Bengawan Solo) yang menjadi jalur pengiriman rempah-rempah ke Belanda. Jika ini di-support dengan kemampuan manajemen air yang luar biasa Belanda bisa untuk wisata air hingga ke kawasan Trinil," kata Khofifah.

Dia menjelaskan, Presiden Joko Widodo dijadwalkan meresmikan wisata sejarah Benteng Van Den Bosch yang memiliki sejumlah keunggulan ini pada Oktober 2023.

"Arsitekturnya luar biasa, sekarang sudah selesai 100 persen. Ada area yang sangat langka di dunia perkebunan edelweis, dan kebun teh, ini akan menjadi destinasi wisata yang sangat indah," ujarnya.

Khofifah menambahkan, selama ini para turis Belanda memilki ketertarikan dengan wisata sejarah mengingat perjalanan sejarah keberadaan kaum kolonial pada masa lalu.

"Wisatawan Belanda sering mengunjungi gereka Katolik di Surabaya, untuk mencari tahu apakah kakeknya pernah dibaptis di sini. Termyata ada yang berhasil menemukan karena ada punya catatannya," ungkapnya.

Wakil Duta Besar Belanda untuk Indonesia, Ardi Stoios-Braken, pada kesempatan itu mengatakan, kedua pihak membahas potensi kerjasama pada bidang pariwisata, pertanian, pengolahan limbah, energi dan pendidikan.

"Kami ingin mendengar dari otoritas, ada peluang kolaborasi termasuk pariwisata, energi dan maritim. Selain itu, kami jugavsedang dalam prosses kolaborasi bidang edukasi," ungkapnya.

"Sebagai kolaborasi edukasi dan riset, nanti mahasiswa Indonesia juga bisa belajar ke Belanda," tutupnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Kenaikan Harga BBM Picu Aks...
Megapolitan
Pasar pangan murah menjangk...
Megapolitan
Trisakti Bantu Warga Duri K...

Hari Santri Nasional

1 jam lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.