Stabilkan Harga, Bapanas dan Kementerian Pertanian Fasilitasi Distribusi Cabai
📅 Minggu, 13 Sep 2026, 15:24 WIB | Oleh: Tim PenulisJAKARTA – Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama Kementerian Pertanian (Kementan) menyiapkan fasilitas distribusi cabai rawit dari daerah surplus menuju wilayah defisit guna menekan gejolak harga dan menjaga pasokan nasional.
"Fluktuasi harga cabai rawit segera diatasi pemerintah dengan mengupayakan mobilisasi stok dari daerah yang surplus ke daerah defisit," kata Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, dikonfirmasi di Jakarta, Minggu (13/9).
Dia menyampaikan salah satu yang akan dilaksanakan adalah program Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP). Upaya itu dilaksanakan pemerintah secara kolaboratif bersama para Champion Cabai dan cukup ampuh menekan harga cabai.
Ketut menuturkan upaya mengatasi fluktuasi harga cabai perlu terus diterapkan. Bapanas dan Kementerian Pertanian akan menjalin koneksi agar FDP dapat dijalankan guna menyasar ke daerah yang sedang mengalami dinamika harga yang fluktuatif.
Dia mencontohkan untuk komoditas cabai rawit, pihaknya mendapatkan informasi di Kediri, Jawa Timur, saat ini terdapat dinamika harga dan pasokan yang perlu segera direspons oleh pemerintah, dalam hal ini Bapanas.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Karena itu, kami ingin berkoneksi kembali dengan teman-teman Kementan untuk melihat wilayah mana yang dapat kita dukung melalui FDP," kata Ketut.
Ia menegaskan pelibatan petani Champion Cabai yang dibina Kementan memegang andil penting dalam upaya penstabilan harga cabai rawit.
Berkat kolaborasi erat, kata dia, pasokan cabai rawit dengan harga yang terjangkau yang kemudian diguyur ke daerah yang berfluktuasi dapat menjadi faktor penekan harga.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Misalkan di daerah di luar Jawa yang harganya relatif masih terjangkau, sehingga kita bisa FDP ke wilayah-wilayah yang harganya tinggi. Kita undang kembali para petani champion kita untuk membantu distribusikan ke wilayah-wilayah yang harganya relatif tinggi," ujar Ketut.
Adapun dalam catatan Bapanas, FDP cabai rawit yang telah terlaksana pada triwulan pertama tahun 2026 totalnya mencapai 5.590 kilogram (kg). Data itu terdiri dari mobilisasi stok cabai rawit dari Enrekang, Sulawesi Selatan, ke Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta sebesar 3.150 kg.
Kemudian ke Lombok Tengah serta Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, masing-masing 1.140 kg dan 1.300 kg.
Implikasi positifnya pada April 2026 terjadi penurunan inflasi, termasuk pada komponen harga bergejolak (volatile food) atau inflasi pangan.
Sementara itu, Direktur Sayuran dan Tanaman Obat (STO) Kementan, Sudi Mardianto, memastikan produksi cabai rawit nasional tetap mencukupi hingga akhir tahun sehingga pasokan diyakini mampu memenuhi kebutuhan masyarakat di berbagai daerah.
Sudi menyampaikan produksi cabai rawit nasional pada September diperkirakan mencapai sekitar 119 ribu ton sehingga menjadi modal penting dalam menjaga stabilitas pasokan selama beberapa bulan mendatang.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!