Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gorontalo Digegerkan Dentuman Keras, BMKG Ungkap Fakta Mengejutkan

📅 Sabtu, 12 Sep 2026, 18:03 WIB | Oleh:
Gorontalo Digegerkan Dentuman Keras, BMKG Ungkap Fakta Mengejutkan Doc: Antara foto
Ket. Tangkapan layar dari video CCTV berdurasi pendek berasal dari warga Gorontalo, terkait dugaan meteor jatuh yang memperlihatkan kilatan cahaya terang kemudian meredup, disertai suara dentuman keras menghebohkan warga Gorontalo, Sabtu (12/9) pukul 00.14 WITA.

GORONTALO - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan suara dentuman keras yang terdengar di sejumlah wilayah Gorontalo bukan berasal dari gempa bumi tektonik maupun vulkanik.

Kepala Stasiun Geofisika Kelas II Gorontalo Andri Wijaya Bidang mengatakan sensor BMKG mendeteksi gelombang seismik sekitar waktu masyarakat melaporkan terdengarnya dentuman tersebut.

"Kami memang di jam 00.18 WITA menerima laporan masyarakat terkait adanya suara dentuman keras, dan memang sekitar pukul 00.15 WITA sampai dengan 00.20 WITA, pada alat sensor kami terpantau adanya gelombang seismik yang ditemukan atau dideteksi sehingga memicu adanya getaran di jam tersebut," kata Andri di Gorontalo, Sabtu.

Namun, berdasarkan analisis BMKG, gelombang yang terekam tersebut bukan berasal dari aktivitas gempa bumi tektonik maupun vulkanik.

BMKG hingga kini juga belum dapat memastikan sumber dentuman keras tersebut.

Andri mengatakan pihaknya menerima rekaman kamera pengawas (CCTV) dari masyarakat yang memperlihatkan kilatan cahaya terang sekitar waktu kejadian.

"Sementara pada unggahan CCTV kiriman masyarakat, data tersebut dapat dibenarkan sebab dilengkapi informasi jam dan waktu kejadian. Namun, yang kami terima hanyalah terlihat seperti cahaya terang atau kilatan cahaya yang cukup terang kemudian tampak kelap-kelip sampai meredup," katanya.

Terkait dugaan bahwa dentuman tersebut berasal dari meteor, Andri mengatakan BMKG belum memiliki data yang cukup untuk memastikannya.

Menurut dia, diperlukan data visual maupun material yang menunjukkan ciri-ciri meteor jatuh untuk menyimpulkan sumber dentuman tersebut berasal dari meteor.

"Sejauh ini tidak ada data terkait itu maupun analisis yang dilakukan menyangkut peristiwa suara dentuman keras tersebut berasal dari meteor jatuh," katanya.

BMKG juga belum menerima informasi maupun menemukan petunjuk mengenai adanya material benda yang jatuh di wilayah Gorontalo.

Informasi yang diterima dari masyarakat masih beragam, antara lain dugaan sumber dentuman berasal dari wilayah Gorontalo Utara, Bone Bolango, maupun Dulamayo di Kabupaten Gorontalo.

"Kami belum dapat memastikan suara itu apa, namun koordinasi dengan pihak terkait, seperti TNI Angkatan Udara, terus dilakukan," kata Andri.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Ekonomi
BNI Private Dinobatkan seba...
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.