Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Banyak yang Melarang, ChatGPT Justru Bisa Dukung Riset dan Pendidikan

📅 Kamis, 30 Mar 2023, 10:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Banyak yang Melarang, ChatGPT Justru Bisa Dukung Riset dan Pendidikan Doc: The Conversation/Pexels/Matheus Bertelli
Ket. Etika dan batas-batas penggunaan ChartGPT perlu kita perkenalkan kepada para mahasiswa.

Budiman Minasny, University of Sydney; Dian Fiantis, Universitas Andalas, dan Wirastuti Widyatmanti, Universitas Gadjah Mada

Banyak sekolah dan universitas terkemuka di dunia, termasuk di Prancis, Inggris dan Amerika Serikat melarang penggunaan ChatGPT dalam proses belajar mengajar.

Mereka khawatir bahwa penggunaan ChatGPT akan meningkatkan potensi plagiarisme dan dikhawatirkan mengancam integritas akademik. Tapi, kecerdasan buatan telah mulai digunakan dalam bidang kesehatan, keperawatan, dan diperdebatkan kegunaaanya dalam sains.

Jika kita lihat dari perspektif yang berbeda, ada banyak hal yang dapat kita manfaatkan dari kemuktahiran kecerdasan buatan (artificial intelligence, AI) untuk mempermudah pekerjaan kita di dunia akademik. Misalnya, para dosen bisa memperkenalkan ChatGPT di dalam kelas sekaligus mengedukasi mereka untuk lebih bijak dalam penggunaannya.

ChatGPT juga bisa kita gunakan untuk mendukung penelitian.

ChatGPT untuk Membantu Riset

Desember 2022 lalu, dunia digegerkan dengan suatu program AI bernama ChatGPT. ChatGPT (Generative Pre-Trained Transformer), adalah sebuah program keluaran perusahaan OpenAI yang dapat menjawab segala pertanyaan dalam bentuk percakapan, atau bahasa alami manusia.

Berbeda dengan Google, ChatGPT adalah suatu "chat bot". Ia bisa diajak "chat" mengenai apa saja.

Bagi orang Indonesia, hal yang juga dianggap mengagumkan adalah bahwa ChatGPT dapat digunakan langsung dalam Bahasa Indonesia. Misalnya, cukup mengetik "Buatkan puisi mengenai keindahan danau Maninjau", maka dalam sekejap ChatGPT menghasilkan puisi empat bait mengenai topik yang diberikan.

Kemuktahiran ChatGPT menjadi bahan perdebatan sengit di dunia akademik. Ada yang mengagumi kecanggihan teknologi ini, tapi ada yang cemas karena AI akan menggantikan keahlian dan tenaga manusia, sehingga potensi hilangnya sebagian pekerjaan semakin tinggi.

Para dosen kewalahan karena mahasiswa bisa menggunakan ChatGPT untuk menyelesaikan tugas-tugas perkuliahan dengan mudah dan cepat. GhatGPT bahkan bisa membantu telaah pustaka, meringkas, atau menulis sebagian karya ilmiah mereka.

Namun, kami berpandangan bahwa penggunaan ChatGPT juga membantu menunjang produktivitas akademisi, peneliti, dan mahasiswa. Berikut beberapa contoh penggunaan ChatGPT di dunia akademik:

Menulis Kode Komputer

Salah satu keterampilan utama ChatGPT terkait dengan penulisan kode komputer. Misalnya, melalui instruksi "tulis kode bahasa Python untuk menghitung koefisien linear", ChatGPT dapat menampilkan kode bahasa Phyton yang sesuai.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Cadangkan Pemain yang Tak Maksimal

23 menit yang lalu | Sujar

Olahraga
Cadangkan Pemain yang  Tak ...
Megapolitan
Tangerang Siaga Penuh Hadap...
Megapolitan
“Preventive Strike” Tak...

Krisis di FIFA Kian Memanas, Posisi Gianni Infantino Terancam Usai Gagal Jual Hak Komersial Piala Dunia

Krisis di FIFA Kian Memanas, Posisi Gianni Infantino Terancam Usai Gagal Jual Hak Komersial Piala Dunia

05 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.