Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

AS Sudah Buat Regulasi AI, RI Jangan Sampai Tertinggal!

📅 Jumat, 02 Okt 2026, 11:10 WIB | Oleh: Tim Redaksi
AS Sudah Buat Regulasi AI, RI Jangan Sampai Tertinggal! Doc: istimewa
Ket. Mahasiswa Program Doktoral Ilmu Sosial Universitas Airlangga Surabaya, Frederik M. Gasa menegaskan, semakin maraknya penggunaan AI (kecerdasa buatan) dalam berbagai sektor tentu sudah seharusnya direspon pemerintah Indonesia melalui perangkat regulasi yang ketat agar tidak kebablasan dan bahkan jadi bomerang bagi masyarakat

JAKARTA - Penggunaan Artificial Intelligence (AI) di Indonesia dinilai sudah terlalu bebas karena belum ada regulasi yang mengaturnya. Kondisi ini berbanding terbalik dengan Amerika Serikat yang sudah bergerak progresif mengatur penggunaan AI.

Jika dibiarkan tanpa kontrol negara, AI dikhawatirkan lepas kendali dan mengancam banyak sektor.

Di AS, Gedung Putih baru saja merilis teks "kesepakatan" antara raksasa teknologi AI dengan Presiden Donald Trump pada Selasa (29/9). Kesepakatan yang disebut Trump "mengikat secara moral" itu berisi komitmen perusahaan AI untuk menerapkan empat lapisan kontrol dan audit.

Dilansir Forbes, "Kesepakatan Gedung Putih tentang Intelijen Super" itu hanya sekitar 300 kata namun mengatur kontrol internal yang kuat untuk memantau kemampuan AI di bidang keamanan siber, keamanan hayati, dan ancaman kimia, agar model AI tidak meretas sistem secara tidak diinginkan. Kesepakatan juga mewajibkan monitoring internal, audit oleh evaluator eksternal independen, hingga pembentukan komite independen di dewan direksi.

Menanggapi hal itu, Mahasiswa Program Doktoral Ilmu Sosial Universitas Airlangga Surabaya, Frederik M. Gasa, menegaskan Indonesia tidak boleh tertinggal.

"Semakin maraknya penggunaan AI dalam berbagai sektor tentu sudah seharusnya direspon pemerintah Indonesia melalui perangkat regulasi yang ketat agar tidak kebablasan dan bahkan jadi bomerang bagi masyarakat," tegas Frederik.

Dosen Komunikasi Politik Universitas Bina Nusantara (Binus) Malang itu menilai persoalan paling serius adalah kaburnya batas antara manusia dan AI di ruang virtual.

"Banyak persoalan serius yang akan dihadapi masyarakat karena minimnya regulasi yang mengatur penggunaan AI. Misalnya dalam hal berinteraksi di ruang virtual, batasan antara manusia dan AI sangat blur. Parahnya, oleh karena 'kesempurnaan' yang diciptakan, manusia bahkan sulit bedakan antara AI dan real. Mana lagi literasi digital yang kurang kuat sebagai fondasi utama, justru memperburuk situasi ini," ujarnya.

Menurutnya, pemerintah harus melibatkan para pakar AI untuk merumuskan regulasi yang pas. Di bidang pendidikan, beberapa kampus seperti BINUS bahkan sudah lebih dulu menetapkan standar penggunaan AI bagi civitas akademika dalam menjalankan Tridharma.

"Rasanya pemerintah perlu bergerak cepat agar AI tidak benar-benar akan mengancam eksistensi manusia yang menciptakannya. Perlu upaya serius dan konkret agar manusia tidak tersingkir dari arenanya sendiri oleh karena hadirnya pemain baru yakni AI," pungkasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Ekonomi
IHSG Diperkirakan Kembali U...
Megapolitan
Jakarta Terus Berupaya Meng...
Advertisement
FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti

FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti

01 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.