Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kenaikan Suku Bunga The Fed Berpotensi Menekan Rupiah

📅 Jumat, 24 Mar 2023, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi

Dalam sinyal kuat, bank sentral AS akan mengakhiri rentetan kenaikan suku bunga paling agresif dalam beberapa dekade, anggota komite pembuat kebijakan menghapus peringatan yang sering diulang bahwa "kenaikan berkelanjutan" akan diperlukan untuk mengendalikan inflasi yang melonjak.

"Beberapa pengetatan kebijakan tambahan mungkin tepat untuk mengembalikan inflasi ke target 2 persen bank," sebut komite.

Kenaikan suku bunga FFR di kala ketidakpastian akut mengenai apakah pemerintah AS telah berbuat cukup untuk mencegah krisis besar-besaran yang berasal dari ledakan Silicon Valley Bank (SVB) dan Signature Bank awal bulan ini.

Dalam konferensi pers, Gubernur Federal Reserve, Jerome Powell, mengatakan langkah-langkah yang diambil sebagai tanggapan atas kegagalan termasuk jaminan untuk semua simpanan yang ditempatkan di dua pemberi pinjaman dan fasilitas pinjaman Fed yang baru, yang menunjukkan kalau semua tabungan deposan aman," katanya.

Sebagai tanda seberapa besar kegagalan bank baru-baru ini telah mengubah perhitungan Fed, perdebatan di antara para pejabat beberapa minggu yang lalu berpusat pada apakah bank sentral harus mempercepat laju kenaikan suku bunganya atau memilih kenaikan setengah poin. "Gejolak perbankan telah mendorong komite untuk mempertimbangkan jeda, tidak ada kenaikan suku bunga sama sekali," kata Powell, tetapi anggotanya akhirnya memutuskan untuk terus maju dengan kenaikan seperempat poin dengan "konsensus yang sangat kuat".

Pada Februari, Fed telah bergeser ke irama seperempat poin yang lebih tradisional setelah menerapkan serangkaian kenaikan besar tahun lalu. Namun awal bulan ini, Powell melontarkan kemungkinan untuk kembali ke kenaikan setengah poin di tengah kekhawatiran bank sentral tidak berbuat cukup untuk menekan inflasi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Perkuat Daya Saing di Tengah Dinamika Pasar Global, VDNI Pacu Pertumbuhan Berkelanjutan di 2026
    Langkah strategis PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) ...
  • Pariwisata Indonesia Siap Naik Kelas! Kemenpar Perluas Jejaring Bisnis hingga India
    Langkah proaktif Kementerian Pariwisata melalui Sales Mission Pune ...
  • Jakarta Didorong Jadi Pusat Industri Kopi Nasional, Libatkan 193 Ribu Pelaku Usaha
    Membaca artikel yang sangat komprehensif ini, saya merasa ...
  • Gunung Anak Krakatau Terus Erupsi, Jakarta Kena Sebaran Abu Vulkanik
    Sangat mungkin terjadi erupsi yg lebih besar, kemarin ...
  • Ditentang AS, PBB Adopsi Resolusi 'Koreksi Peta Dunia', Benua Afrika Ternyata 14 Kali Lebih Besar!
    Indonesia lebih besar dari Eropa. Jarak antara Sabang ...
Luar Negeri
Baku Tembak Sengit Militer ...
Nasional
Prabowo Minta Tiap Warga Mi...
Luar Negeri
Turki Makin Agresif Perkuat...
Advertisement
Ramai-ramai Memprotes Buku Islam Ala Prabowo   

Ramai-ramai Memprotes Buku Islam Ala Prabowo  

07 Sep 2026
Pilihan Pembaca
# 3
# 3
Wapres Sara Duterte Bayar Uang Jaminan
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.