Saat Low Season, Festival Belanja Jadi Jurus Dongkrak Konsumsi
📅 Kamis, 06 Agu 2026, 22:45 WIB | Oleh: Tim PenulisJAKARTA – Menjaga daya beli masyarakat merupakan kunci untuk mempertahankan konsumsi rumah tangga sebagai motor utama pertumbuhan ekonomi nasional.
Ketika tekanan inflasi, kenaikan harga kebutuhan pokok, atau perlambatan ekonomi mengurangi kemampuan belanja masyarakat, aktivitas usaha dan investasi ikut terdampak.
Karena itu, kebijakan yang menjaga stabilitas harga, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan, serta memberikan insentif atau bantuan yang tepat sasaran menjadi penting untuk mempertahankan daya beli.
Dengan konsumsi masyarakat yang tetap kuat, pertumbuhan ekonomi menjadi lebih inklusif, stabil, dan berkelanjutan.
Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengatakan program-program festival belanja menjadi salah satu upaya kolaboratif yang strategis guna menjaga daya beli masyarakat saat periode low season.
Sebaiknya Anda baca juga:
Direktur Bina Usaha Perdagangan Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Franciska Simanjuntak mengatakan tren low season terjadi pada bulan Maret hingga menuju akhir tahun, sebelum nantinya konsumsi masyarakat kembali meningkat pada peak season Natal dan Tahun Baru.
"Kita memang melihatnya dari bulan 3 sampai bulan 12 itu pasti setiap tahun itu memang ada pola penurunan penjualan sampai biasanya nanti Nataru baru orang akan spending lagi," kata Fransciska di Jakarta, Kamis (6/8).
Namun, kolaborasi antara pemerintah dengan pelaku usaha seperti asosiasi peritel juga menghadirkan program belanja tengah tahun seperti back to school di tengah tahun ajaran baru, hingga promosi-promosi menarik menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia pada bulan ini.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Seperti back to school, kan, memang harus, ya, untuk anak-anak masuk sekolah itu, jadi spending-nya juga bisa disesuaikan dengan program-program belanja yang ada,” ujar dia.
Menurut Franciska, program festival belanja seperti ini diharapkan mampu mendukung pergerakan konsumsi masyarakat serta dunia usaha secara umum di tengah berbagai dinamika ekonomi yang terjadi, seperti pelemahan nilai rupiah yang memengaruhi harga barang impor yang dijual peritel di Indonesia.
"Jadi, sebenarnya bukan hanya konsumen yang merasa kok harga barangnya naik, tetapi dari pelaku usaha sendiri tadi juga banyak sale, banyak harga yang ditekan itu kan keuntungannya tergerus itu juga supaya meningkatkan penjualan dan pastinya kan juga untuk membuat roda perekonomiannya berputar," kata Franciska.
Senada, Asisten Deputi Perdagangan Dalam Negeri, Perlindungan Konsumen, dan Tertib Niaga Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian Ismariny mengatakan program promosi dan festival belanja penting dalam menjaga konsumsi rumah tangga sekaligus mempertahankan perputaran ekonomi nasional.
"Kami berterima kasih kepada asosiasi ritel yang ada karena mengadakan acara-acara sehingga cukup mendorong masyarakat untuk berbelanja sehingga menjaga perdagangan kita karena dari perdagangan ini, ini juga bisa mendorong industri kita, itu yang kita harapkan jadi ini selalu berputar," kata Ismariny.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!