Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Mengapa Bahasa Inggris Sulit Dipelajari?

📅 Minggu, 19 Mar 2023, 21:54 WIB | Oleh: Tim Redaksi

Kata "gunung", misalnya, ditulis sebagai ?, dan dibaca sebagai san (Tiongkok) atau yama (Jepang).

Menurut Alex membaca Kanji jauh lebih mudah daripada membaca kata-kata bahasa Inggris, salah satunya karena Anda dapat "mengenali arti karakter sebelum membacanya". Artinya, Anda dapat melihat bahwa suatu karakter adalah gunung, atau ikan, atau mungkin ia memiliki ikan kecil di dalamnya, untuk menunjukkan bahwa itu terkait dengan ikan.

Sebaliknya, dalam bahasa Inggris, Anda perlu memahami seluruh kata dan suaranya, lalu mencari tahu artinya.

Sementara itu, Hiragana dan Katakana terdiri dari tanda-tanda yang mewakili suku kata. Aksara ini sangat konsisten: tanda Hiragana ? diucapkan sebagai "ne", misalnya.

Hiragana adalah aksara pertama yang diajarkan kepada anak-anak Jepang. Wydell mengatakan: "Bukan rahasia lagi bahwa anak-anak belajar membaca Hiragana, dan kemudian Katakana, dengan sangat mudah. Pada akhir semester pertama sekolah, 95 persen anak-anak dapat membaca dan menulis di Hiragana."

Alex bahkan tidak ingat belajar Hiragana: "Itu datang begitu alami bagiku." Dia tidak pernah mengalami kesulitan.

Merasa sulit untuk memproses suara, seperti halnya dengan Alex, bukanlah penghalang besar dalam bahasa Jepang, kata Wydell.

Namun, masih ada masalah lain: "Dalam bahasa Jepang, Anda harus pandai dalam keterampilan pemrosesan visual-spasial, karena Anda harus mengonfigurasi semua karakter ini dalam kotak kecil," kata dia.

"Jika anak-anak Jepang memiliki masalah dengan pemrosesan visual-spasial, mereka cenderung menunjukkan kesulitan dalam membaca dan menulis dalam bahasa Jepang," terutama dengan karakter Kanji.

Faktanya, sebuah studi tentang anak-anak berbahasa Kanton dengan disleksia menemukan bahwa beberapa anak membaca lebih lancar dalam bahasa Inggris, dan kesulitan dengan tulisan Tiongkok yang berbasis gambar.

Namun, anak-anak dengan defisit pemrosesan fonologi dan visual-spasial akan merasa sulit menulis bahasa Inggris dan Jepang, kata Wydell.

Karena perbedaan antara sistem penulisan ini, belajar membaca dalam dua bahasa dapat menawarkan manfaat yang mengejutkan.

Marie Lallier adalah spesialis dalam ilmu saraf pendidikan di Basque Center on Cognition, Brain and Language di San Sebastian, Spanyol. Dia dan timnya mempelajari dua kelompok anak bilingual di wilayah Basque: kelompok berbahasa Prancis-dan-Basque- di sisi Prancis perbatasan, dan kelompok berbahasa Spanyol-dan-Basque- di sisi Spanyol. Anak-anak sedang belajar membaca dalam kedua bahasa mereka.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
DPR RI Ingatkan Pariwisata ...

Ariana Grande Beri Hibah Bantuan Anak-Anak Gaza

1.5 jam yang lalu | Ilham Sudrajat

Rona
Ariana Grande Beri Hibah Ba...
Luar Negeri
Tiongkok Merebut Gelar Supe...
Pemkot Bandung Tertibkan 63 Bangunan Liar di Kawasan Dipati Ukur

Pemkot Bandung Tertibkan 63 Bangunan Liar di Kawasan Dipati Ukur

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.