Mengapa Bahasa Inggris Sulit Dipelajari?
📅 Minggu, 19 Mar 2023, 21:54 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: BBC/Getty Images
Alex menyukai buku dan bahasa. Kedua orang tuanya adalah penutur asli bahasa Inggris, tetapi keluarganya tinggal di Jepang. Jadi, Alex berbicara bahasa Inggris di rumah dan bahasa Jepang di sekolah.
Namun, pada usia 13 tahun, Alex didiagnosis menderita disleksia, kesulitan belajar yang memengaruhi kemampuan membaca dan menulis. Menurut hasil tes, level membaca bahasa Inggrisnya setara dengan anak usia enam tahun. Hasilnya mengejutkan.
"Ketika hasil tesnya keluar, mereka mengatakan: sebenarnya, tulisanmu mengerikan," kata Alex mengenang momen itu. "Saya pikir waktu itu saya mengerjakannya dengan baik. Ya, ada sedikit kesulitan, tetapi saya berasumsi semua orang sedang berjuang. Faktanya, angka-angka yang keluar cukup menghancurkan dari sudut pandang saya," imbuh dia.
Bagi para peneliti, kejutan yang lebih besar adalah kemampuannya menggunakan bahasa lain. Ketika dia diuji dalam bahasa Jepang pada usia 16 tahun, literasinya tidak hanya bagus, tetapi juga luar biasa.
"Kami membandingkan hasil tes bahasa Jepangnya dengan mahasiswa-mahasiswa Jepang berusia 20 tahun," kata Taeko Wydell, seorang profesor ilmu saraf kognitif di Universitas Brunel London, dan salah satu peneliti yang mempelajari kasus Alex pada akhir 1990-an dan awal 2000-an.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Dia sering setara, dan terkadang lebih baik, daripada mahasiswa-mahasiswa itu. Jadi, dia adalah pembaca yang sangat cakap dalam bahasa Jepang. Tulisannya juga sangat bagus."
Alex sendiri tidak terlalu terkejut dengan hasil tes bahasa Jepang. Lagipula, dia suka membaca dan dia banyak membaca. Yang lebih membuatnya bingung adalah kesulitan yang dia hadapi dalam bahasa Inggris.
Seperti yang ditunjukkan oleh tes, "Saya berbicara dengan sangat baik, dan kosakata saya banyak, tetapi saya tidak bisa melafalkannya dengan baik. Itu jadi pukulan yang cukup keras bagi kepercayaan diri saya, tetapi di saat yang sama juga menjadi hal yang menarik."
Sebaiknya Anda baca juga:
Bagaimana kondisi dramatis ini mungkin terjadi, mengingat disleksia umumnya dianggap sebagai kondisi bawaan seumur hidup? Jawabannya terletak pada bagaimana otak kita memproses penulisan - dan bagaimana bahasa yang berbeda ditulis.
Mereka yang bisa membaca dengan mudah, mungkin terkejut apabila mendengar betapa kerasnya kerja otak untuk memahami tanda-tanda pada sebuah halaman. Membaca membutuhkan memori verbal yang baik.
Dalam bahasa Inggris, pembaca juga harus tahu suara mana yang diwakili oleh huruf yang berbeda, dan bagaimana suara itu membentuk kata-kata. Keterampilan itu dikenal sebagai kesadaran fonologi. Dalam KBBI, fonologi artinya bidang dalam linguistik yang menyelidiki bunyi-bunyi bahasa menurut fungsinya.
Anak-anak dengan disleksia biasanya mengalami kesulitan pada tahap itu. Mereka mungkin tidak dapat mengatakan suara mana yang membentuk kata "panas" (hot), bagaimana kata itu berbeda dari "topi" (hat), dan kata apa yang Anda dapatkan jika Anda mengganti "h" dengan "p".
Sampai hari ini, Alex (yang memilih untuk tidak memberikan nama lengkapnya karena alasan privasi) mengaku kesulitan untuk membedakan antara kata-kata serupa seperti spear (tombak) dan spare (meluangkan).
Dia juga kesulitan membaca dengan keras karena melibatkan aspek tambahan lagi dari pemrosesan fonologi. Kesulitan fonologi itu tidak terlalu menjadi masalah dalam teks dengan lebih banyak karakter berbasis gambar, seperti tulisan Jepang.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!