Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Transisi Kelembagaan untuk Pendidikan Transisi Energi Nasional

📅 Jumat, 17 Feb 2023, 08:29 WIB | Oleh:

Kembali ke energi terbarukan, kalau baterai kita punya riset-riset di bidang bauksit, nikel di Polewali Mandar, kerja sama dengan jaringan alumni yang investasi nikel di Morowali. Ada juga anak-anak seminar Mining Camp Competition yang temanya masa depan industri bauksit Indonesia untuk menopang baterai.

Soal UPNVY sebagai kampus migas saya kira sudah cukup, Pak. Sekarang soal UPNVY sebagai kampus bela negara, bisa cerita Pak?

Kampus bela negara ada di dalam Perpres kita yakni perguruan tinggi yang meletakkan bela negara (BN) sebagai pelaksanaan tridharma. Turun ke Permen dalam bentuk statuta. Di statuta, kita ada penjabaran bela negara, bagaimana dilaksanakan dalam pendidikan, penelitian, pengabdian, dan implementasi.

Lalu, turun dalam peraturan rektor yang disitu ada road map bela negara kita. Memang tidak sama persis dengan di Kemhan. Kita punya tahapannya ada penyadaran BN, setiap civitas academica harus sadar bahawa BN ini penting untuk kita tanamkan. Meski kita pindah-pindah kementerian, tapi warisan nilai-nilai perjuangan tetap dipegang dalam bentuk BN.

Di mahasiswa, mereka ketika akan masuk UPN itu kita punya skema penerimaan berbasis bela negara. Di seleksi nasional, prestasi dan salah satunya prestasi BN, misal paskibraka, pramuka yang mencerminkan lima nilai. Ada sertifikat yang menunjukkan ini saat penerimaan maka akan bisa langsung diterima.

Kita memiliki seleksi prestasi dan seleksi mandiri. Berbasis BN ada wawancara, penguasaan BN, dan komitmen terhadap BN seperti apa. Pengenalan kampus berbasis bela negara kerja sama dengan AAU, Kopassus, 403 untuk menggembleng calon mahasiswa BN.

Isu senioritas di UPN yang kabarnya lebih kental ketimbang di kampus lain?

Senioritas kultur di antara kakak tingkat, kita harus pahami juga bahwa transisi ini membawa konsekuensi baik bagi dosen maupun mahasiswa.

Saya didikan UPN lama, didikan kedinasan sangat ketat dan tidak pernah ada resistensi. Kita taat saja ketika ada perubahan. Didikan ini menghasilkan lulusan yang kuat di lapangan.

Memang kemudian kalau mau masuk industri minyak harus kuat mentalnya sehingga yang muda-muda diharapkan punya kapabilitas mental seperti mereka. Tapi, kultur baru juga mesti diadaptasi.

Kita punya tiga kelompok besar yakni PNS mantan Kemhan, PNS Kemhan pegawai tetap yayasan dan PNS baru, yang berbeda semua kulturnya. Ini sedang mencari komposisi tepat peralihan masa lalu ke masa kini. Ada gab generasi ya biasa.

Sebenarnya hanya masalah cara pandang, memang selalu saya sampaikan sebuah organisasi harus punya dua hal yang penting, kuat dalam nilai-nilai yang mampu mempersatukan kita semua. Tapi, kita nggak boleh berlebihan juga menyombongkan diri bahwa kami berhasil dengan kultur tertentu di masa lalu.

Cara saya sukses dulu seperti ini. Tidak bisa kita pakai untuk sukses saat ini. Anak-anak milenial cara suksesnya berbeda dengan cara saya. Bertahan dengan nilai-nilai, tapi responsif terhadap perubahan. Tidak boleh terpaku pada cara-cara lama, tapi nilailah yang harus kita pertahankan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Mantan Wamenaker Noel Divon...
Luar Negeri
Diserang Rudal Iran, Bandar...
Luar Negeri
Warga Singapura Makin Panja...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.