Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Transisi Kelembagaan untuk Pendidikan Transisi Energi Nasional

📅 Jumat, 17 Feb 2023, 08:29 WIB | Oleh:
Transisi Kelembagaan untuk Pendidikan Transisi Energi Nasional Doc: KORAN JAKARTA/EKO SUGIARTO PUTRO

Kampus yang sangat dikenal sebagai kampus jurusan tambang dan perminyakan terbaik di Yogyakarta ini dalam beberapa tahun terakhir sedang mengalami perubahan kelembagaan yang sangat mendasar. Dari sebelumnya kampus kedinasan, berubah menjadi kampus swasta, lalu menjadi kampus negeri dan kini sedang transisi lagi sesuai UU Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas).

Karena sejarahnya, UPNVY juga dikenal sebagai kampus yang mengedepankan bela negara dalam kurikulumnya. Komitmen bela negara juga diwujudkan dalam penerimaan mahasiswa baru berbasis bela negara, yakni seorang siswa sekolah menengah atas yang memiliki prestasi bela negara, misalnya paskibraka dan pramuka, bisa masuk ke UPNVY dengan lebih mudah.

Kata kuncinya, UPNVY tengah mengarungi nilai-nilai lama dan nilai-nilai baru untuk menghadapi tantangan zaman.

"Ada nilai lama yang sudah tidak relevan, tapi banyak yang relevan. Nilai baru seperti teknologi kita adopsi dan kita satukan dengan nilai lama seperti penghormatan pada yang lebih senior. Tantangan kita tak hanya di UPN saja, kan itu, bagaimana mengombinasikan kultur lama dan baru," papar Irhas saat ditemui Koran Jakarta di kantornya, Kamis (16/2).

Berikut petikan wawancara wartawan Koran Jakarta, Eko Sugiarto Putro, bersama Rektor UPNVY, Mohamad Irhas Effendi. Simak selengkapnya.

Apa kabar UPN, Pak?

Kita sedang sibuk berbenah secara kelembagaan. UPN setelah menjadi Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di bawah Kemendikbud tahun 2014 harus melakukan transisi, yaitu transisi kelembagaan seperti perubahan statuta, sistem tata kerja dan transisi SDM.

Teknisnya seperti apa?

Di SDM misalnya, yang dulu PNS Kemendikbud dan pegawai tetap yayasan, berubah menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).

Aset juga ada transisi dari Kementerian Pertahanan ke Kemendikbud. Ada juga transisi keuangan, tata kelola keuangan pada Oktober 2014 berubah dari swasta menjadi Satker, lalu ke BLU pada Mei 2021.

Transisi kelembagaan, kita dulu negeri di bawah Kementerian Veteran, lalu Kedinasan di bawah Dephan, kemudian swasta di bawah yayasan yang dibina Dephan. Dan kemudian jadi negeri di bawah Kemendikbud pada 2014.

Lalu, 2021 jadi BLU yang diharapkan setelah dua tahun sudah siap menjadi Badan Hukum. Yang tidak mampu diminta merger. Nah, kita sedang sibuk sekali menyiapkan seluruh syarat untuk siap didampingi jadi BH atau Badan Hukum.

Menjadi BLU lalu ke Badan Hukum, konsekuensinya apa?

Pertama kita jelaskan dulu perubahan dari PTN ke PTN BLU. Konsekuensi yang paling berbeda dari menjadi BLU adalah peningkatan layanan. Esensi dari peningkatan layanan itu adalah pertama, penambahan akses layanan kampus, kedua diversifikasi layanan. Dan ketiga, kualitas layanan harus meningkat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Operasi uji emisi kendaraan di Tangerang

25 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Megapolitan
Pemkot Jakut Vaksinasi Ribu...
Ekonomi
Industri sepatu rumahan kua...

Pelaksanaan program penghapusan bentor

30 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
Megapolitan
Pemprov DKI gelar program o...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.