Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Transisi Kelembagaan untuk Pendidikan Transisi Energi Nasional

📅 Jumat, 17 Feb 2023, 08:29 WIB | Oleh:

Yang dilayani diperbanyak, namun juga diversifikasi layanan, tapi kualitasnya juga harus meningkat. Nah, agar itu semua tercapai maka kita diberi keleluasaan.

Sumber penerimaan kita untuk peningkatan layanan itu kalau dulu hibah, jasa pendidikan pengajaran dan pemanfaatan aset, sekarang bisa aneka macam. Ada kerja sama Tridharma, jasa layanan masyarakat, pemanfaatan aset dan teknologi, dan diversifikasi penerimaan lainnya. Tujuannya itu tadi untuk menopang peningkatan kualitas layanan dan fleksibilitas.

Itu di penerimaan, bagaimana di pengeluaran seperti gaji dosen dan pegawai, misalnya?

Ada konsekuensi juga ke kompensasi pegawai yang bentuknya berupa remunerasi tidak lagi seperti ketika kita masih Satker di mana ada Tunjangan Kinerja untuk pegawai dan dosen ada Kelebihan Jam Mengajar (KJM).

Bedanya apa dengan remunerasi?

Remunerasi adalah kompensasi yang diharapkan berkeadilan karena basisnya adalah klasifikasi jabatan, berupa beban, tanggung jawab dan juga risiko yang dipikul masing-masing personal diintegrasikan dengan prestasi yang dicapai.

Apa yang kita korbankan kepada institusi, apa yang kita kontribusikan kepada institusi diberi kompensasi secara adil.

Oke. Lalu menjadi Badan Hukum?

Dalam Badan Hukum (BH), peran pemerintah makin berkurang. Kami tidak lagi mendapat pendanaan untuk pembiayaan pegawai. Akses formasi untuk ASN juga tidak ada, tapi dibiayai dan diadakan sendiri oleh BH.

Kompensasi sepenuhnya juga oleh BH, tapi kami bebas mendirikan usaha dalam bentuk PT dan lain-lain. Fleksibilitas lebih luas lagi, begitu juga kemandiriannya. Tapi, ketergantungan kepada pemerintah berkurang.

Tapi ingat lagi, transisi kelembagaan membawa konsekuensi transisi di bidang sumber daya keuangan, SDM, dan sumber daya sarana prasarana.

Sarana prasarana dapat lebih diberdayakan melalui kerja sama operasional (KSO) dan kerja sama manajemen (KSM). Kita sedang memperjuangkan BH juga bisa punya unit bisnis yang lebih independen supaya geraknya bisa lebih cepat karena selama ini UPNVY punya keunggulan di bidang migas dan punya beberapa research dan kemarin deklarasi bersama kepala SKK Migas menjadi bagian dari 1 team, 1 goal, 1 million.

Apa itu 1 team 1 million?

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Harga Energi dan Biaya Hidu...
Megapolitan
Dana Cadangan, Pramono Usul...
Luar Negeri
G7 Akan Lepas 100 Juta Bare...

PBB akan Alokasikan Dana untuk 12 Krisis Kemanusiaan

36 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
PBB akan Alokasikan Dana un...
Luar Negeri
Korsel Usulkan Dialog denga...
Luar Negeri
PBB Serukan Negara-negara T...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.