Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Transisi Kelembagaan untuk Pendidikan Transisi Energi Nasional

📅 Jumat, 17 Feb 2023, 08:29 WIB | Oleh:

Itu adalah target transisi energi untuk mencapai satu juta barel produksi minyak di tahun 2030 dan juga diimbangi dengan upaya mencapai nett zero efficient di tahun 2060. Demand migas masih cukup tinggi meski ada transisi energi karena untuk kebutuhan lain seperti pupuk, pembuat plastik dan juga tekstil.

Balik ke Badan Hukum, kapan UPNVY akan jadi BH?

Untuk bisa jadi BH ada indikatornya. Skor indikator itu 300 dan hari ini skor kita masih 287. Kami harap akhir tahun ini sudah tercapai 300 sehingga kita akan didampingi menjadi BH.

Sekarang pun sebenarnya sudah dibuat tim persiapan untuk BH itu. Targetnya 2024 akan mulai didampingi tim kelembagaan tersebut. Semua membutuhkan persiapan, kita akan buat visibilities kita sudah memungkinkan atau belum karena ini betul-betul independen apakah pendapatan kita cukup untuk meng-cover seluruh pengeluaran kita.

Apakah BH ini mirip dengan kampus swasta?

Mirip tapi juga beda. SDM kan ya masih ada ASN yang dibayar negara dan juga ada dana abadi yang sekarang sedang diluncurkan oleh kementerian.

Karena ini terkait dengan biaya kuliah juga kan, Pak.

Kalau kita, uang kuliah tunggal (UKT) bagi mahasiswa prinsipnya adalah subsidi, dihitung berdasarkan biaya kuliah tunggal di masing-masing prodi dikurangi BPTN, kemudian ada besaran, dan alokasi ke mahasiswa itu mengikuti indeks kemampuan yang dibiayai. Jadi kita masih PTN ya, pasti akan terjangkau apalagi bagi yang memang terbatas kemampuan ekonominya ada subsidi dan kita kan punya pemasukan juga dari aktivitas yang kita lakukan yang juga untuk mahasiswa juga hasilnya.

Soal tambahan penerimaan, bagaimana rencananya?

Dalam hal keuangan, kita sedang mengembangkan diversifikasi penerimaan lewat kerja sama bidang migas. Kita menopang transisi energi bahwa energi terbarukan tahun 2025 harus mencapai sekitar 23 persen.

Kita terus-menerus diskusi dengan SKK Migas. Dengan Pertamina tanggal 24 Februari besok tandatangan MoU terkait pemanfaatan karbon hasil migas dan eksplorasi sumur-sumur minyak tua peninggalan Belanda yang tidak dioperasikan lagi sejak tahun 1977.

Bahkan, sejak 6 bulan lalu kita sudah diminta masuk ke sumur idle atau sumur yang sudah tidak operasi, kita reaktivasi. Kita juga bermain di eksplorasi sumur-sumur minyak yang sudah tidak begitu produktif dengan menggunakan EOR (enhanced oil recovery) hands untuk penguatan. Kemudian juga pencarian cadangan-cadangan baru.

Keterlibatan kita fokusnya di tiga hal tadi. Kita research sampai hulu-hilir, inventarisasi potensi sumur tua yang masih bisa direaktivasi. Dan ketiga, kita kembangkan teknologi yang cocok untuk mengangkat minyak dari sumur-sumur tua. Teknologi tepat guna. Setelah itu, kita implementasi teknologi untuk diterapkan di sumur itu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Harga Energi dan Biaya Hidu...
Megapolitan
Dana Cadangan, Pramono Usul...
Luar Negeri
G7 Akan Lepas 100 Juta Bare...

PBB akan Alokasikan Dana untuk 12 Krisis Kemanusiaan

36 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
PBB akan Alokasikan Dana un...
Luar Negeri
Korsel Usulkan Dialog denga...
Luar Negeri
PBB Serukan Negara-negara T...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.