Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Transisi Kelembagaan untuk Pendidikan Transisi Energi Nasional

📅 Jumat, 17 Feb 2023, 08:29 WIB | Oleh:

Bisa memberi contoh konkretnya Pak?

Salah satu kerja sama kita dengan Pertamina di Cepu dan masih berjalan hingga saat ini. Misalnya ada minyak yang kental tidak bisa ditarik diinjeksikan dengan bahan-bahan kimia untuk bisa dicairkan. Kemudian, pencarian cadangan-cadangan baru yang perlu dibuat. Dua bulan ke depan, target kita declare Oil and Gas atau Migas Center sebagai kerja sama kita dengan SKK Migas.

Apa fungsi Migas Center ini?

Migas Center itu akan membantu SKK Migas untuk mengembangkan potensi SDM untuk riset yang dimulai dari inventarisasi kembali isu-isu dalam bidang migas dan isu mana yang perlu diriset pengembangan teknologi yang relevan untuk menopang target satu juta barel dan implementasi teknologinya bagaimana.

Kita harus fokus karena kita kan harus different. UGM boleh punya keunggulan ekonomi, tapi kita mungkin satu-satunya PT yang lengkap punya geofisika, geologi, tambang, minyak, dan ekonomi yang ajarkan akuntansi migas. Akuntansi mineral mana ada di kampus lain?

Manajemen juga belajar manajemen migas, mineral, ekonomi pembangunan ada sumber daya mineral. Kita punya tim community development kalau buka lapangan migas bagaimana berhubungan dengan masyarakat, untuk itu dipelajari di FISIP. Inilah bagian dari diferensiasi yang menjamin hulu-hilir dalam bidang energi.

Tapi, dunia mendorong energi terbarukan Pak?

Betul. Tapi, keliru kalau migas akan sunset. Dan kita pun kan juga mendukung transisi energi terbarukan. Kita berada di posisi menjaga energy security. Dan ingat, migas itu bukan hanya untuk energi, tapi untuk banyak kebutuhan lainnya.

Ketahanan energi apa maksudnya? Harga harus terjangkau, akses mudah, tersedia, dan ramah lingkungan. Itu transisi dalam paradigma ketahanan energi. Kita punya UU, PP, yang mengatur ketahanan energi.

Ada Rencana Umum Energi Nasional yang sudah ada road map-nya yang harus kita support. Memang kemarin ada keraguan tentang sunset migas. Setelah kita diskusi, ternyata dalam jangka beberapa waktu ini demand dari minyak masih tinggi. Sementara target satu juta barel belum tercapai sambil jalan untuk memenuhi target 23 persen di 2025 memang dibarengi dengan konsumsi minyak dari sekitar 33 ke 25 persen.

Karena belum terpenuhi maka migas masih tetap diperlukan. Kita juga fokus mendirikan prodi Magister Manajemen Energi untuk menopang secara nasional ketahan energi. Kita juga punya keahlian geotermal, sementara energi terbarukan juga sudah kita kembangkan kerja sama dengan EBTKE (energi baru terbarukan dan konservasi energi). Solar cell, kita punya kelompok studi SRE (sustainable renewable energy). Percobaan di lab di-support SUN energy mengimplementasikan energi surya di pinggiran Kali Gajahwong. Energi biofuel kita punya juga, bekerja sama dengan EBTKE yaitu sorgum.

Bukan untuk energi, tapi untuk apa migas?

Kepala SKK Migas meyakinkan bahwa migas industry is not sunset. Kalaupun transportasi tidak butuh minyak, konsumsi minyak masih diperlukan untuk hal-hal lain seperti tadi untuk plastik, tekstil, pupuk, dan sebagainya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Rieke Buka Pameran Warna-Warni Parlemen 2026

30 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Rieke Buka Pameran Warna-Wa...
Olahraga
Chelsea Umumkan Transfer Ge...

Obsesi Jadi Vampir, Pria Inggris Ini Tebar Teror di Gereja

50 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Megapolitan
Obsesi Jadi Vampir, Pria In...

Trump Beri Iran Kesempatan Terakhir atau Hadapi Eskalasi Militer AS

51 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Trump Beri Iran Kesempatan ...
Nasional
Defisit Migas Tekan Neraca ...

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.