Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bea Cukai Jambi Sita Ribuan Rokok Ilegal, Pelaku Bayar Denda Rp250 Juta

📅 Selasa, 04 Agu 2026, 03:05 WIB | Oleh:
Bea Cukai Jambi Sita Ribuan Rokok Ilegal, Pelaku Bayar Denda Rp250 Juta Doc: ANTARA/Nanang Mairiadi
Ket. Kepala Bea Cukai Jambi Dafit Kasianto di Jambi, Senin (3/8).

JAMBI - Bea Cukai Jambi menyita ribuan bungkus rokok ilegal dari lokasi penimbunan di kawasan Simpang IV Sipin, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi, Senin (3/8).

"Setelah mendapat informasi Bea Cukai Jambi langsung menindaklanjuti hal tersebut dan tim melakukan pemeriksaan terhadap bangunan diduga menjadi tempat penimbunan rokok ilegal tersebut, dan hasil pemeriksaan didapati ribuan bungkus rokok yang tidak dilekati pita cukai dengan terduga pelaku H," kata Kepala Bea Cukai Jambi Dafit Kasianto, di Jambi Senin.

Ia mengatakan, selanjutnya Bea dan Cukai Jambi melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Barang hasil penindakan dan terduga pelaku H langsung dibawa ke kantor.

Berdasarkan hasil pemeriksaan ditemukan alat bukti yang cukup terjadinya tindak pidana di bidang cukai yaitu melanggar Pasal 54 dan/atau 56 UU Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai sebagaimana beberapa kali diubah terakhir dengan UU Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan dan dapat dilanjutkan ke tahap penyidikan.

Berdasarkan pasal 40B UU Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan, tindak pidana cukai dapat tidak dilanjutkan ke tahap penyidikan sepanjang pelaku/pelanggar membayar sanksi administratif berupa denda (Ultimum Remedium).

Selanjutnya, terduga pelaku H mengajukan permohonan tidak dilakukan penyidikan dan membayar sanksi administratif berupa denda sesuai ketentuan sebesar Rp250 juta, dan terhadap denda tersebut telah disetorkan ke rekening kas negara.

Dafit juga menambahkan, bahwa tidak ada permintaan atau pemerasan sebesar Rp700 juta untuk menyelesaikan kasus itu seperti yang sempat viral dalam beberapa hari terakhir ini. Namun yang ada adalah pembayaran sanksi administratif berupa denda (Ultimum Remedium) Rp250.656.000 sebagai pengganti sanksi pidana.

Barang yang ditindak telah ditetapkan menjadi barang milik negara yang saat ini disimpan di Tempat Penimbunan Pabean Bea dan Cukai Jambi yang selanjutnya akan dimusnahkan dan tidak ada mekanisme pengembalian barang kepada pelanggar H.

"Bea dan Cukai senantiasa berkomitmen memberantas peredaran rokok ilegal di wilayah Provinsi Jambi dan minta kepada seluruh masyarakat jika ada dan mengetahui dugaan ilegal dalam kasus rokok dapat menghubungi nomor Layanan Informasi Bea Cukai Jambi dinomor 0895-0215-3213," sebutnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pria tanpa identitas Tewas Tersengat Listrik saat Curi Kabel LRT
    Wajar sih kalau mati, justru aneh klo tidak ...
  • Meski Melambat, Industri Tetap Ekspansi! Kemenperin: Ini 2 Sektor Paling Moncer
    Meskipun data Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Agustus 2026 ...
  • Kawasan Industri Tak Lagi Kompetitif, Investor Mulai Melirik Vietnam
    Meskipun banyak pabrik di Indonesia kini mulai beralih ...
  • Mesin Produksi Kembali Panas! BI Sebut Industri Pengolahan Tumbuh di Awal 2026
    Sebagai seseorang yang rutin mengikuti perkembangan sektor pengolahan, ...
  • Badan Pusat Statistik: Harga Beras Premium dan Medium Kompak Naik pada Agustus
    Informasi yang sangat komprehensif terkait laporan BPS bulan ...
Advertisement
kai-expo-detail-sidebar
Rona
Pelajar Perlu Terus Dieduka...
Rona
Ibu Harus Paham Sakit Perut...

Integritas Tata Kelola Pemkab Bekasi Diperkuat Bersama KPK

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Integritas Tata Kelola Pemk...

Rupiah Masih Rawan - 2 September 2026

1.5 jam yang lalu | Rizal Azhari

Ekonomi
Rupiah Masih Rawan - 2 Sept...
Advertisement
Minta Laporan Penanggulangan Karhutla, Presiden Prabowo Panggil Panglima-Kapolri

Minta Laporan Penanggulangan Karhutla, Presiden Prabowo Panggil Panglima-Kapolri

02 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.