Penyintas Banjir Goa Bawah Tanah Thailand ini Meninggal di Inggris
📅 Kamis, 16 Feb 2023, 07:01 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: Sakchai Lalit/Associated Press
MAE SAI - Lima tahun lalu, Duangphet Promthep, bersama 11 rekannya anggota tim sepak bola remaja Thailand, lolos dari maut setelah 17 hari terjebak di dalam jaringan goa bawah tanah yang terendam banjir. Penyelamatan mereka menjadi drama global, menyedot perhatian dunia dengan melibatkan ratusan tenaga profesional, termasuk satu korban jiwa dari mantan anggota pasukan katak Thailand yang kehabisan oksigen dalam upaya heroik itu.
Namun takdir tidak bisa ditolak. Pihak keluarga dan Yayasan Zico, sebuah kelompok nirlaba Thailand yang membantunya memenangkan beasiswa akademi sepak bola di Inggris, mengumumkan bahwa Dom, begitu dia dipanggil oleh teman-temannya, meninggal pada Selasa (14/2).
Di Instagram, dia menyebut raihan beasiswanya di Akademi Sepak Bola Brooke House College, Leicestershire, sekitar 75 mil barat laut London itu sebagai "momen penting" dalam hidup.
"Hari ini impian saya menjadi kenyataan," kata Dom, Agustus tahun lalu
"Saya berjanji akan fokus dan melakukan yang terbaik," tulisnya saat itu, kemudian mengunggah foto kelas dan halaman sekolahnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dilaporkan oleh The New York Times, tidak ada informasi jelas soal penyebab kematian remaja berusia 17 tahun itu. Kiatisuk Senamuang, pendiri Yayasan Zico, mengatakan kepada wartawan bahwa seorang guru menemukan siswa tersebut tidak sadarkan diri di kamar asramanya pada hari Minggu sore. Dia meninggal di rumah sakit.
"Kami sedang menunggu jenazahnya kembali," kata ibunya, Thanaporn Duangthep, dalam konferensi pers virtual dari kota Mae Sai, di Thailand utara. Putranya, katanya, setidaknya telah mewujudkan mimpinya menjadi siswa sepak bola di luar negeri.
Remaja itu menjadi sorotan internasional lima tahun lalu sebagai salah satu dari 12 anak laki-laki yang berkelana ke Gua Tham Luang di Provinsi Chiang Rai bersama dengan pelatih mereka setelah latihan sepak bola.
Sebaiknya Anda baca juga:
Hujan deras memenuhi lorong masuk gua, memaksa kelompok itu masuk lebih dalam ke dalam lorong bawah tanah yang rumit untuk menghindari tenggelam dan membuat mereka terjebak. Mereka bertahan hidup dengan menghemat energi dan menjilat air dari dinding gua.
"Di bawah tanah yang gelap, Dom merayakan ulang tahunnya yang ke-13," kata Vernon Unsworth, salah satu anggota tim penyelamat.
Penyelamatan mereka melibatkan sejumlah ahli penyelam gua dari seluruh dunia, Angkatan Laut Thailand, US Navy Seals, dan pekerja dari beberapa lembaga pemerintah, serta pompa berkekuatan besar untuk mengeluarkan air dari gua.
Usaha penyelamatan dipuji sebagai prestasi luar biasa mengingat tim penyelamat berlomba dengan waktu, musim hujan menpercepat ketinggian air dalam gua terus naik, sementara hanya sedikit penyelam terampil yang mampu mencapai lokasi.
Kala itu, seorang ahli selam gua dari Inggris harus membius para remaja ini agar tidak panik ketika dikeluarkan dengan cara menyelam selama empat jam dalam jaringan gua yang sempit dan gelap.
Tim penyelam menggunakan tali pemandu dan tangki udara yang ditempatkan di sepanjang rute berbahaya sepanjang dua mil jaringan gua. Seluruh remaja dan pelatihnya selamat, tetapi Saman Gunan, sukarelawan penyelam tewas ketika dia kehilangan kesadaran setelah melakukan perjalanan untuk menempatkan tangki udara di sepanjang rute.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!